Haji Umuh dan Persepakbolaan Indonesia

Oleh : Rendra Wibawa Setiawan
Pemerhati Sepak Bola Jawa Barat, Ketua Badan Koordinasi (BADKO) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) 2014

Umuh Muchtar nama yang tidak terdengar asing lagi bagi para pecinta sepak bola Jawa Barat. Pria yang biasa disapa Haji Umuh ini, berhasil membawa Persib Bandung menjadi salah satu team sepak bola terkuat di Indonesia ketika dirinya menjabat sebagai direktur PT. PBB (Persib Bandung Bermartabat).

Prestasinya yang luar biasa. Gelar yang dinanti-nanti masyarakat Jawa Barat selama 19 tahun, akhirnya kembali diperoleh Persib Bandung 2014 lalu.

Karir Haji Umuh dalam persepak-bolaan tanah air, bukannya tanpa rintangan. Pria kelahiran 2 Juni 1948 ini kerap diterpa kritik bahkan cacian dan makian silih berganti menyerangnya.

Sampai saat ini, wacana pencalonan diri Haji Umuh sebagai Ketum PSSI pun terus menuai kontroversi, terlebih karena persoalan yang terkadang di luar dari substansi persepak-bolaan itu sendiri, yaitu gelar kesarjanaan.

Kita boleh saja ragu apabila ada seorang manajer yang menjabat tanpa gelar atau titel di belakang nama, apalagi untuk team sekelas Persib Bandung misalnya.

Namun bukankah lebih meragukan apabila seseorang tersebut tidak memiliki pengalaman sama sekali dalam memenej team sepak bola, sekalipun ia merupakan Sarjana Fisika. Karena pada prinsipnya, tidak semua manajer team sepak bola harus paham dan tuntas perkara energi kinetik.

Experience mestinya menjadi poin paling penting dalam penilaian, di tengah carut-marutnya dunia persepak-bolaan kita saat ini, dan miskinnya regenerasi pemain pentas nasional dari Jawa Barat menjadikan posisi Jawa Barat jatuh berada dibawah Jawa Timur, Makassar ataupun Maluku.

Minimnya pembibitan dan pengorbitan pemain ini harus menjadi fokus usaha dan langkah bersama untuk memperbaiki dunia persepak bolaan kita.

Berdasarkan pengalamannya, Haji Umuh bisa tampil sebagai solusi dari stagnannya perkembangan persepakbolaan Jawa Barat, sifatnya yang selalu mengedepankan kepentingan tim dan dedikasinya bagi dunia sepak bola Tanah Air menjadikannya sebagai putera daerah yang layak memimpin proyek kebangkitan sepak bola Jawa Barat .

Yang utama selanjutnya adalah seseorang harus menjadikan sepakbola itu sebagai jiwa dan hatinya, maka ia akan dengan tekun dan baik memimpin serta membina persepakbolaan. Haji Umuh sudah terbukti dengan sejak lama nya beliau mau membina Persib Bandung, sehingga PSSI Jawa Barat tidak perlu menerapkan aturan yang tidak objektif dengan tendensius ingin menjegal kiprah orang yang berpengalaman sekaliber Haji Umuh Muhtar. Maju terus sepak bola Jawa Barat , Salam!. (**)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *