Harga Kios Pasar Tagog Padalarang Kemahalan, Dewan Minta Pembangunan Ditunda

Pasar Tagog Padalarang. istimewa

PADALARANG– Polemik Pasar Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus bergulir. Saat ini muncul fakta baru, yakni mahalnya harga kios yang ditawarkan pihak pengembang Pasar PT Bangun Bina Persada.

Buntut, para pedagang yang tak puas dengan harga pasar akan meminta perlindungan dari DPRD dengan menyampaikan aspirasi.

Seperti pernah diberitakan, Endang Ruhiat salah satu pedagang pakaian di Pasar Tagog menyesalkan harga kios yang ditawarkan itu. Menurutnya, sebagai pedagang dirinya merasa keberatan dengan harga kios yang ditawarkan pihak pengembang. Oleh karena itu, ia bersama seluruh pedagang meminta agar harga kios bisa diturunkan.

”Maunya kita harga dari perusahaan dikurangi lagi sejuta (Rp1 juta) atau lebih per meternya,” kata Endang belum lama ini.

Harga kios yang ditawarkan dari PT Bangun Bina Persada kepada pedagang Rp17.500.000/ meter. Ia beranggapan harganya terlalu mahal, oleh karena itu, ia meminta harganya diturunkan lagi antara Rp16.500.00 atau bisa lebih murah lagi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Direktur PT Bangun Bina Persada Engkus Kusnadi menjelaskan, idealnya harga untuk kios di PasarTagog Padalarang Rp20.000.000/ meter. Namun perusahaan membuat kebijaksanaan harganya diturunkan menjadi Rp17.500.000/ meter.

”Harga itu sudah kita turunkan jadi Rp17,5 juta/ meter. Kalau mau turun lagi, ya kami juga harus mempertimbangkan kualitas bangunan,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Fraksi PDIP DPRD KBB, Deni Setiawan mengaku, pihaknya menerima aduan itu langsung dari pedagang. Mereka “curhat”, kepada dewan yang mewakili daerah pemilihan Padalarang ini, soal harga kios yang ditawarkan kemahalan.

“Ini jelas tidak akan terjangkau oleh para pedagang, dan ini hanya menguntungkan kontraktor saja,” kata Anggota Komisi III ini kepada redaksi, Jumat (25/9/2020).

Masih banyak permasalahan belum diselesaikan oleh kontraktor, Deni meminta kepada Pemda KBB mengkaji ulang harga kios. Diapun mengusulkan, pembangunan Pasar Tagog Padalarang ditunda dulu.

“Jangan sampai pembenahan pasar tapi yang jadi korban para pedagang. Lebih baik pembangunan ditunda dulu sampai Pemda KBB siap membangun dengan anggaran dari APBD yang mampu mensubsidi para pedagang,” katanya.

Deni pun menguraikan alasan agar pembangunan Pasar Tagog Padalarang ditunda sementara waktu. Tentunya, itu agar pembangunan pasar mendapat subsidi dari APBD KBB agar masyarakat tersubsidi pembelian kios.

Selain itu, pendemi COVID-19 mempengaruhi semua aspek kehidupan termasuk terpuruknya keuangan Pemda KBB KBB divisit hingga Rp 1 triliun lebih yang dibahas dalam pembahasan APBD 2021 antara tim anggaran pemerintah daerah bersama Badan Anggaran DPRD KBB. “Jangankan masyarakat, dampak COVID-19 keuangan pemda pun tertatih tatih. Jadi jika sekarang dipaksakan dapat dipastikan banyak pedagang yang tidak mampu sehingga menjadi korban,” pungkasnya. ***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *