Harga Telur Mahal, Nasgor Rp 13 Ribu

 

CIMAHI – Semenjak lebaran harga telur di Pasar Tradisional Kota Cimahi hingga saat ini masih mahal. Sepertihalnya di Pasar Atas Barokah, rata-rata pedagang menjual dengan harga Rp28 ribu perkilogram.

Pedagang telur Pasar Atas Barokah Dede (46) mengatakan, harga telur di Kota Cimahi terus mengalami peningkatan, kini persatu kilo di hargai 28.000. ” Awalnya harga perkilonya 22.000 sekarang jadi 28.000,” ujarnya Dede

Kata dia, sejauh ini nilai jual beli telur tidak bisa diketahui kapan naik dan turun, namun ia tetap berharap harga telur ini segera normal kembali. Sebab, denan naiknya harga tersebut bukannya menaikan omset, tapi malah mengurangi.
“Pasokan juga tidak full, karena saya tidak berani sedia banyak,” katanya.

Melonjaknya biaya pembembelian telur diakibatkan oleh, mahalnya harga pakan untuk ayam ras. Menurut Dede yang sudah berjualan telur dari tahun 2002, harga terlur tahun ini merupakan paling tinggi dalam tiga tahun terakhir.

“Untuk paling tinggi di tahun 2018 harga 28.000 perkilo, 2017 itu 27.000 perkilo, buat 2016 perkilo jatuh di  24.000,” katanya.

Akibat dari tingginya nilai jual telur di Kota Cimahi, membuat berkurangnya pembeli yang berdampak ke penghasilan. Dede yang menggambil suplay telur dari kota Blitar ini mengharapkan, telur segera  kembali ke harga normal agar penghasilan bisa meningkat kembali.

“Janganlah, jangan mahal terus. Kita juga jadi bingung jualnya. Sekarang jual seadanya dulu. Nanti kalau udah normal, baru saya tambah lagi jumlahnya,” ucapnya.

Penjual telur lainnya Ahmad (44) mengatakan, ia cukup kerepotan saat harga telur yang sudah sebulan ini tak kunjung menurun. Ia khawatir harga telur malah tetap dan tidak akan turun lagi. Terlebih, hampir tiap tahun harga telur naik.

“Tapi, asalkan ada barangnya sih ga masalah, yang penting kebutuhan konsumen bisa terpenuhi,” tandasnya.

Kenaikan harga telur, berimbas juga kepada pedagang makan yang menggunakan bahan baku telur. Seperti halnya martabak, juga nasi goreng. “Harga nasi goreng saat ini terpksa saya naikan menjadi Rp 13 ribu yang tadinya Rp 12 ribu perbungkus,” kata Tardi, 35, pedagang nasi goreng yang biasa mangkal di Pasar Atas ini. (mon)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *