PadalarangPeristiwaRagam Terkini

Hentikan..!! Pembangunan TPS Pasar Tagog di Bahu Jalan Menyulut Konflik Pedagang dan Masyarakat

PADALARANG–Tokoh Masyarakat Padalarang menilai Pemkab Bandung Barat terlalu memaksakan Tempat Pasar Sementara (TPS) Togog Padarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) di bahu jalan yang bisa menyulut konflik antara pedagang dan masyarakat sekitar.

Pembangunan TPS di bahu jalan dan badan jalan dampaknya tidak hanya untuk para pedagang saja, tapi juga berdampak pada kenyamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat sekitar apalagi buat para pedagang toko yang di pinggir jalan.

“Sebetulnya bukan para pedagang yang menolak pembangunan pasar sementara di Blok Koneung tapi itu mutlak ke inginan dinas perhubungan dan dinas perdagangan dengan alasan tidak ada lahan buat parkir dan lahan buat turun barang pedagang, itu sangat tidak etis,” ujar Dadan Andi kepada redaksi, Kamis (20/8/2020).

“Terus sekarang saya dengar mau dipaksakan di bahu dan badan jalan asa lieur malah makin sempit atuh apalagi drainase di sana sangat kecil gimana kalau banjir? Gimana kebijakan pamerintah
dari 1.400 jongko 800 orang pedagang mereka mau di tempatkan di bahu dan badan jalan dengan ukuran rata-rata 1×125 meter. Pendapat saya pribadi ini sangat kurang layak gimana pedagang beras, pedagang kelontongan yang makan tempatnya di terminal kecil saja 1x 3 m,” tambah Dadan.

Pemerintah, sambung Dadan, seharusnya memberi solusi yang baik kepada pengembang bukan malah memaksakan di bahu jalan dan badan jalan. “Kami dengan para pedagang pernah survei Blok Koneung dan mereka setuju di saat kami menjumpai pemilik tanah Blok Koneung pun mereka menyampaikan gak keberatan apalagi ini buat kepentingan masyarakat dan pemerintah. Justru dishub dan dinas perdagangan lah yang gak setuju di sana. Padahal lega masuk ke dalam Blok Koneung mah,” sahut Dadan.

Yang mesti diingat, kata Dadan, dampak macetnya gimana? Dampak bau sampah terus semberawut parkir motor, mobil pengangkut barang bukan memaksakan kehendak. “Jangan seolah- olah ini ke inginanan pedagang nanti bisa bikin pasea pedagang dan masyarakat sekitar. Pikir juga bakal timbulnya kutil dagangan numpuk. Toko sepetu barangna banyak barangnya rek di tunda dimana? jadinya di geser sedikit. Intinya saya pribadi menolak pembangunan pasar sementara di bahu dan badan jalan,” tegas Dadan.

Soal itu Dadan menyarankan, agar mencari TPS yang layak agar para pedagang nyaman berjualan. “Kalau mau mencari banyak tempat alternatif bisa dipergunakan. Pemda kayanya terburu memutuskan di bahu jalan tanpa memikirkan dampak ke depannya,” tandasnya. ***




Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close