NGAMPRAH– Ketua Fraksi Nasdem Persatuan Indonesia (NPI) DPRD KBB, Didin Rachmat mengakui, dirinya sebagai anggota Panja Covid-19 DPRD KBB tidak hadir dalam acara peresmian ruang isolasi Ashiddiq bagi pasien Covid-19. Namun ada alasannya. Didin mengatakan, lantaran sudah menjadwalkan agenda reses sesuai jadwal yang disepakati dalam Badan Musyawarah (Banmus) DPRD.

“Pada masa Pandemi dimana diberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) kita hanya bisa pertemuan dengan kelompok-kelompok kecil saja antara 5 sampai 10 orang dengan physical distancing, jadi sehari bisa sampai sampai 10 titik,” kata Didin, Sabtu (16/5/2020).

Jadwal yang padat itu, kata Didin, sebagai anggota dewan sulit sekali untuk bisa ikut hadir dalam peresmian tersebut. “Ini sesuai dengan instruksi ketua partai harus lebih mengedepankan rakyat,” tandasnya.

Seperti diberitakan, Tim Panja Covid-19 DPRD KBB kompak tidak menghadiri peresmian ruangan isolasi Ashidiq Komplek Pemda KBB, Jumat (15/5/2020) oleh Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna.

Apa alasannya? Salah seorang Tim Panja Covid-19 dari Fraksi PKB DPRD KBB, Asep Sudrajat beralasan, panja tidak merekomendasi atau tidak mengizinkan, Aula Mesjid Asshidiq menjadi ruang rekomendasi pasien Covid-19. “Itu tertuang dalam rekomendasi ke dua panja,” kata Asep saat ditemui wartawan di DPC PKB Ngamprah, Jumat (15/5/2020). ***

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *