Ini Kata Kang Darus Soal Perang Simbol Jelang Pilpres

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Hanura Dadang Rusdiana

PADALARANG – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Hanura Dadang Rusdiana mengaku miris dengan maraknya perang simbol dan kata-kata jelang Pilpres 2019. Menurutnya, perang simbol dan kata-kata itu malah akan menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat dan elit politik negeri ini.

“Negara kita lambat maju karena sejak dahulu selalu terjebak pada konflik yang tidak substansial seperti ini (perang hastag dan simbol),” kata Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Hanura Dadang Rusdiana di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Senin (8/5/2018).

Dadang mencontohkan, persoalan seperti itu termasuk sara di Amerika, Korea, dan Jepang, sudah selesai. Ketika menghadapi pemilihan presiden kini mereka sudah sampai pada taraf adu gagasan, ide, teknologi, dan program-program yang konstruktif. Sehingga munculnya hastag yang saat ini ramai di media sosial itu terlalu dini dan subjektif.

“Pilpres kan ada saatnya. Harusnya jangan seperti itu, kalau tidak setuju atau mendukung bisa melalui hukum dan sistem pemilihan,” kata dia.

Jangan sampai konflik tersebut memenjarakan dan membawa masyarakat dalam pusaran konflik yang tidak bermanfaat. Itu juga menunjukkan jika pendidikan politik di Tanah Air masih dangkal karena semua bermuara pada faktor suka dan tidak suka. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi partai politik untuk bagaimana melahirkan seorang negarawan dan tidak menciptakan loyalitas abadi kepada ketua partai masing-masing.

“Ini kalau dibiarkan bahaya karena bisa menimbulkan perpecahan bangsa. Peran elit politik, cendikiawan, dan tokoh bangsa sangat diperlukan dalam menjaga kedamaian dan memberikan pendidikan politiknya,” kata dia. (wie)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *