PadalarangPendidikanRagam Terkini

Ini yang Membuat Kades Jamek Sedih Soal PPDB

PADALARANG- Kepala Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Siti Kohoeriyah mengeluhkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PDB) 2020 yang menerapkan sistem zonasi, namun masih banyak putra daerahnya tidak terakomodir. Keluhan itu diungkapkan Siti melalui media sosial.

“Kami bangga punya SMAN punya SMP di wilayah desa kami. Tapi kami sedih kenapa anak desa kami banyak yang menangis karena tidak diterima di sekolah yang ada di sini,” kata Siti dalam tulisannya.

Masalah itu, Pendiri Bandung Barat, Asep Suhardi meminta Gubernur Jawa Barat segara membangun sekolah di tiap desa pada tahun anggaran 2021.

Usulan itu menyusul, banyaknya orang tua siswa yang mengeluh dengan sistem zonasi saat Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Setiap tahun seperti ini terjadi kisruh di tiap desa kan tujuan membangun SMAN 2 dulu untuk memudahkan masyarakat sekitar karena saya salah satu perintis pensirian SMAN 2 Padalarang sebelum KBB berdiri,” kata pria yang akrab disapa Ado ini, Kamis (9/7/2020).

Ado mencontohkan, kisruh PPDB sistem zonasi seperti terjadi di Desa Jayamekar Kecamatan Padalarang. “Ada SMA di Jayamekar tapi masih banyak masyarakat sekitar yang tidak terakomodir, itu sampai dikeluhkan oleh kepala desa,” ungkap Ado.

Masalah itu, Ado meminta harus menjadi perhatian khusus Pemprov Jabar. “Kalau sistem zonasi harus diimbangi juga dengan insfrastruktur,” ungkapnya.

Ado menyesalkan juga kurang pahamnya kepala sekolah dengan kondisi wilayah kerja masing-masing. “Karena kepala sokalah bukan asli daerah tapi orang luar sehingga tidak paham luas wilayah kerja masing-masing. Ini yang menjadi penyebab kekisruhan setiap PPDB,” tandasnya. ****

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close