Istri Juhe Menangis, Minta Suaminya Dibebaskan

PADALARANG– Iis Sukaesih, 40, tak kuasa menahan tangis. Didampingi anak sulung serta kerabatnya, Bemi Mulyana membacakan surat.

Iis Sukaesih saat membacakan surat permohonan maaf suaminya Juhaendi. (ft atas). Istri dan anaknya saat menengok Juhaendi (tengah) di Mapolresta Cimahi. Ft istimewa


Secarik kertas ditulis tangan.Iis dengan tegar membacakan surat permohonan maaf yang ditujukan kepada Kepala Dinas PUPR KBB, atas prilaku suaminya Juhaendi alias Juhe.

Berikut isi surat tersebut:

Ass wr wb.

Pada hari ini Kamis 8 Oktober 2020, melalui media elektronik, Saya Iis selaku istri bersama anak dan keluarga besar menyampaikan pesan dari suami saya, Juhaendi alias Mang Juhe untuk memohon maaf atas kekeliruan dan khilafan suami saya kepada Bapak Anugrah Kepala Dinas PUPR KBB yang terjadi pada hari Senin tanggal 5 Oktober 2020 pukul 13.00 di Kantor Dinas PUPR KBB.

Suami dan keluarga besar sangat menyesal atas kejadian tersebut, dan suami saya berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama.

Demikian permohonan maaf kami, sekiranya Bapak Anugrah yang terhormat dapat memaafkan perlakuan suami saya Juhaendi alias Mang Juhe.

Wasalamualaikum wr wb.

Kepada media Iis mengatakan, permohonan maaf secara terbuka itu juga menjadi amanat dari suaminya saat dijenguk di ruang tahanan Mapolres Cimahi, Kamis (8/10/2020).

Hal itu harus disampaikan agar menjadi bukti bahwa suaminya benar-benar menyesali perbuatannya

Lebih lanjut, suaminya juga sangat menyesali apa yang telah diperbuatnya. Dia berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama dan akan menjaga perilaku dan tindak tanduknya dalam bersosialisasi baik dengan masyarakat maupun aparat pemerintahan di lingkungan Pemda KBB.

“Semoga semua ini jadi pembelajaran bagi suami saya, dan semoga Kadis PUPR, masyarakat, dan Pemda KBB bisa memaafkan,” ujarnya.

Ibu dua anak ini sangat berharap suaminya bisa secepatnya bebas karena dia merupakan tulang punggung dalam mencari nafkah untuk keluarga.

Apalagi kata Iis, suaminya adalah orang yang baik, tidak bertingkah aneh-aneh, dan selalu membantu ke tetangga di sekitar rumah.

“Sedih karena sekarang jadi gak bisa kumpul, gak bisa anter saya kalau ke pasar,” ucapnya terbata-bata.

Seperti diberitakan, J melakukan aksi pengancaman kepada Kepala Dinas PUPR, Anugrah sembari membawa ular piton. Aksinya itu pun terekam vidio dan menjadi viral di media sosial.***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *