SUBANG– Warga Kampung Karangsugih, Subang protes limbah yang dihasilkan pabrik susu sapi PT Global Dairi Alami (GDA). Pabrik yang berlokasi di Desa Manyeti, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang jaraknya kurang lebih 500 meter dari pemukiman warga. Tak heran, warga kerap mengeluh bau menyengat dari limbah tersebut. “Kami bangun pagi sudah disuguhi udara yang tercemar,” ujar Yanto tokoh pemuda Karangsugih.

Yanto bersama warga lainnya khawatir, imbas bau kotoran hewan yang dihasilkan dari limbah pabrik penghasil susu itu, dapat menyebabkan infeksi saluran peernafasan (Isfa). “Di Kampung Babakan Asem ada warga yang sudah terserang Isfa,”ujarnya.

PT GDA dibangun di atas hamparan tanah puluhan hektare yang lokasinya berdekatan dengan pemukiman warga.
“Bayangkan jika per ekor membuang kotoran sebanyak 2 kilo gram jika 1000 ekor saja sudah membuang kotoran 2 ton per hari. Bagaimana jika sebulan, setahun? belum anaknya, belum air kencingnya kemana itu? Saya sebagai warga belum mendapat penjelasan, hanya bau yang dirasa bagaimana nanti kalau sudah banyak populasinya,” kata Yanto.

Yanto berharap, ada upaya pemerintah untuk mengkaji ulang analisa dampak lingkungan pembangunan PT GDA itu.

“Kami bukannya tidak setuju ada kandang sapi dengan populasi besar. Namun berikan solusi bagi kami juga bagaimana warga merasa nyaman dan tidak mengalami polusi udara yang akan berdampak buruk pada kesehatan.” Kata Yanto.

Komisi gabungan DPRD Subang menggelar inpeksi mendadak (sidak) beberapa waktu lalu ke lokasi pabrik penghasil susu tersebut berdasarkan aduan warga. Hasilnya, terjadi sejumlah pelanggaran yang dilakukan pihak PT GDA diantaranya izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kepada dinas terkait, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup dan Lalu Lintas (Amdal lalin) l, dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). ***


Digiprove sealCopyright secured by Digiprove
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *