CimahiHukumRagam Terkini

Kader Banteng KBB Marah, Laporkan Kasus Pembakaran Bendera PDI Perjuangan ke Mapolresta Cimahi

CIMAHI– DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Barat (KBB) melaporkan kasus pembakaran bendera partainya ke Mapolresta Cimahi, Jumat (26/6/2020.

Peristiwa pembakaran bendera PDI Perjuangan terjadi saat aksi unjuk rasa massa penolakan atas RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (25/6/2020).

Pelaporan itu oleh Kuasa Hukum DPC PDI Perjuangan KBB, Jelly C Supriadi, S. H, M.Hum. Dalam surat pelaporannya mengadukan dugaan peristiwa tindak pidana pengerusakan barang berupa bendera PDI Perjuangan di Jakarta yang terjadi pada Rabu 4 Juni 2020.

Ikut serta dalam pengaduan itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Iwan Ridwan, Ketua Bidang Kaderisasi dan Indiologi PDI Perjuangan, Fajar Taufik serta sayap partai perwakilan PAC juga Satgas PDI Perjungan KBB. Pengaduan diterima langsung Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polresta Cimahi.

Juru Bicara DPC PDI Perjuangan, Fajar Taufik mengatakan, pelaporan merupakan intruksi langsung Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, agar tidak timbul gejolak di keder PDI Perjuangan. “Itu intruksi ketua umum jika semua DPC seluruh Indonesia melaporkan hal yang sama kepada polres setempat. Itu dilakukan untuk meredam kader militan kami menggunakan hakim sendiri dan menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian,” kata Fajar Taufik kepada redaksi, Jumat (26/6/2020).

Opik– sapaan akrabnya mengatakan, apapun alasannya, melakukan pembakaran bendera partainya adalah perbuatan melawan hukum. “Apalagi fitnah-fitnah keji yang mereka lontarkan kepada PDI Perjuangan,” katanya.

“PDI Perjuangan adalah partai resmi diakui pemerintah. Peristiwa itu melukai kami sebagi kader juga fitnah yang keji,” tambahnya.

Surat perintah Megawati

Peristiwa pembakaran bendera itu juga menjadi perhatian serius Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Kamis (25/6/2020), Megawati mengeluarkan surat perintah harian kepada semua kader PDI-P di seluruh Indonesia. Melalui surat tersebut, ia meminta aksi pembakaran bendera itu diproses secara hukum.

Setiap kader PDI-P yang mengetahuinya harus mengawal proses hukum tersebut.

Megawati juga menegaskan, partainya tidak pernah memiliki keinginan untuk memecah belah bangsa Indonesia.

Setiap kader PDI-P yang mengetahuinya harus mengawal proses hukum tersebut.

Megawati juga menegaskan, partainya tidak pernah memiliki keinginan untuk memecah belah bangsa Indonesia.

Megawati menekankan, partainya akan menempuh jalur hukum atas pembakaran bendera partai ini.

“Meskipun demikian, dalam perjalanannya, PDI Perjuangan tetap dan selalu akan menempuh jalan hukum. PDI Perjuangan akan terus mengobarkan elan perjuangan bagi dedikasi partai untuk rakyat, bangsa, dan negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar dia.

Berikut isi lengkap surat perintah Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri tersebut:

Merdeka !!!

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan adalah Partai yang sah dan dibangun melalui sejarah panjang serta berakar kuat pada sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, melalui Partai Nasional Indonesia yang didirikan oleh Bung Karno pada tanggal 4 Juli 1927.

PDI Perjuangan juga memiliki sejarah panjang di dalam memerjuangkan hak demokrasi rakyat, meskipun membawa konsekuensi di kuyo-kuyo, di pecah belah, dan puncaknya penyerangan kantor Partai pada tanggal 27 Juli 1996.

Meskipun demikian dalam perjalanannya, PDI Perjuangan tetap dan selalu akan menempuh jalan hukum. PDI Perjuangan akan terus mengobarkan elan perjuangan bagi dedikasi Partai untuk Rakyat, Bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Atas dasar hal tersebut, sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan saya tegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak pernah memiliki keinginan untuk memecah belah bangsa sebab kita adalah pengikut Bung Karno yang menempatkan Pancasila sebagai suluh perjuangan bangsa.

Terus rapatkan barisan!

Tempuhlah jalan hukum, perkuat persatuan dengan rakyat,

karena rakyatlah cakrawati Partai.

Sekali Merdeka Tetap Merdeka!

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!

Bendera selalu tegak!! Seluruh kader siap menjaganya!!!. ****



Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close