Cililin

Kakak Beradik Tewas dalam Peristiwa Kebakaran Pabrik Kembang Api

PEMAKAMAN: Warga menggotong peti jenazah almarhum Oleh yang tewas dalam peristiwa kebakaran Pabrik Kembang Api Tanggerang Banten menuju pemakaman umum Kampung Cistu, Desa Batulayang Cililinm

CILILIN- Duka mendalam dirasakan Sumarna (50). Dua anaknya Ade Rosita dan Sunarya merupakan kakak beradik tewas dalam pristiwa kebakaran Pabrik Kembang Api di Tanggerang beberapa waktu lalu. Dengan wajah sembab Sumarna menyebutkan, bahwa kedua anaknya tersebut adalah tulang punggung keluarga. “Mereka ( Ade Rosita, Sunarya, red) adalah tulang punggung keluarga, mereka yang selama ini nembantu ekonomi kami, termasuk membiayai adik-adiknya sekolah” ucap Sumarna dengan suara hampir tidak terdengar kepada Radar. Sumarna berharap Sunarya, kakak Ade Rosita bisa segera teridentifikasi. “Kami berharap jasad Sunarya bisa segera ditemukan” harapnya. Sampai saat ini belum ada bentuk perhatian apa pun dari perusahaan tempat anaknya bekerja. “Belum, sampai hari ini belum ada bentuk perhatian apapun dari pihak perusahaan, ti perusahaan ngalongok ge acan” keluhnya. Sumarna belum tau kapan uang jaminan kematian dari BPJS diterima. “Anak saya Sunarya sudah masuk BPJS, tapi berapa dan kapan uang jaminan tersebut akan keterima, saya tidak tahu,” pungkasnya.
Sementara tiga korban kebakaran Pabrik Kembang Api Tanggerang dimakamkan di di pemakaman imum Kampung Cisitu Desa Batulayang dan Pemakaman Umum Kampung Lembang Dessa mukapayung KBB. (gdr)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close