Kecamatan Cipatat Rawan Terjangan Puting Beliung, Paling Parah Tahun 2011 Sapu 495 Rumah

Petugas BPBD KBB saat melakukan proses evakuasi rumah warga yang rusak akibat sapuan angin puting beliung di Kecamatan Cipatat, KBB. Ft istimewa

CIPATAT– Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, rawan terjangan bencana alam angin puting beliung. Catatan redaksi Ragam Daerah, puting beliung menerjang Kampung Sukamanah, Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat pada 4 Desember 2019. Satu warga tewas tertimpa bangunan rumah.

Angin puting beliung juga membuat sebelas rumah warga Kampung Palasari, RT 2-3, RW 11, Desa Cirawamekar, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat rusak. Beruntung tidak ada korban jiwa akibat kejadian pada Kamis 4 Mei 2017 sore itu.

Petugas BPBD KBB saat melakukan proses evakuasi rumah warga yang rusak akibat sapuan angin puting beliung di Kecamatan Cipatat, KBB. Ft istimewa



Paling parah terjadi pada 2011, sekitar 495 rumah di sejumlah kampung di Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) rusak akibat disapu angin puting beliung, kemarin malam. Enam diantaranya bahkan rusak parah dan nyaris roboh.

Rabu (24/9/2020), puting beliung menyapu 46 rumah yang tersebar di tiga Desa Mandalawangi 12 rumah (6 rusak berat, 2 rusak sedang dan 4 rusak ringan), Desa Sarimukti 14 rumah (5 rusak berat, 9 rusak sedang), dan Desa Mandalamukti 20 rumah (12 rusak sedang dan 8 rusak ringan). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, Duddy Prabowo meyebutkan, evaluasi dilakukan petugas BPBD dibantu
Koramil, Polsek, unsur Kecamatan, perangkat desa juga relawan bersama masyarakat.

“Bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat untuk sementara diungsikan ke rumah kerabatnya yang terdekat. Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap,” kata Duddy, Kamis (24/9/2020).

Pihaknya menghimbau kepada warga masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati, saat memasuki pergantian musim potensi hujan disertai angin kencang sewaktu-waktu dapat terjadi. ***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *