Kegaduhan Publik tak Mengarah ke Wilayah Sensitif, Mesti Ada Konfirmasi Ketua Pansus RPJMD

 

Djamu Kertabudhi

NGAMPRAH–Diskuraus perubahan RPJMD KBB memunculkan kegaduhan baru adalah pembahasan perubahan Perda No 3 Tahun 2019 Tentang RPJMD KBB Tahun 2018-2023, yang sedang dibahas bersama di dewan.

Saat ini pembahasannya mengalami penangguhan. Ternyata alasan penangguhan ini terdapat dua versi. Yang pertama, berdasarkan statemen Ketua Komisi I DPRD di media, yang dikaitkan dengan dampak mutasi/rotasi jabatan di Pemda KBB yang dilakukan Plt. Bupati.

Yang kedua, statemen salah seorang Wakil Ketua DPRD di media, alasan penangguhan hanya persoalan teknis administratif. Akhirnya unsur publik menanggapi hal ini secara beragam.

Pemerhati Pemerintahan Djamu Kertabudhi mengungkapkan, sebenarnya secara normatif, berdasarkan Permendagri No. 86 Tahun 2917, perubahan RPJMD ini dimungkinkan, dengan catatan pada sisa waktu sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun, apabila alasan perubahan berkaitan dengan hasil pengendalian dan evaluasi implementasi RPJMD.

“Lain halnya alasan perubahan ini sebagai dampak adanya bencana dan atau krisis ekonomi,” kata Djamu, Senin (19/7/2021).

Dalam proses pembahasan Raperda di DPRD, kata Djamu, terdapat dua tahapan, yang pertama tahapan dalam konteks politik yaitu tahapan penyampaian nota pengantar kepala daerah tentang perubahan perda, pandangan umum fraksi, dan penyampaian jawaban kepala daerah terhadap pandangan umum fraksi.

Kemudian tahapan kedua, yaitu tahapan administratif melalui pembahasan di komisi/pansus bersama unsur pemda berupa tim kerja. “Saat ini pembahasan sudah masuk pada pembahasan di pansus. Artinya yang dibahas itu hanya persoalan teknis substantif,” kata Djamu.

Dengan demikian, lanjut Djamu, manakala terdapat dinamika dan dialektika pembahasan, hanya sebatas di area tersebut. Dari isu perbedaan sikap yang berkembang ini, seharusnya ada konfirmasi dari pihak Ketua Pansus sendiri untuk menjaga agar kegaduhan publik tidak mengarah ke wilayah sensitif. ***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *