Kemana Disnatan? Petani Cipongkor Kesulitan Pupuk Bersubsidi

Petani di Cipongkor mengalami kesulitan mendapat pupuk bersubsidi. ft istinewa

CIPONGKOR– Petani di Cipongkor mengalami kesulitan mendapat pupuk bersubsidi, bahkan keluhan itu tak jarang diluapkan ke media sosial. Ini terjadi dikarenakan transisi perubahan regulasi penjualan pupuk bersubsidi yang melalui kartu tani dan kebanyakan petani memang belum mempunyai kartu tani.

Nofyan Herdiana, petani muda yang juga alumni diklat magang pertanian kementan mengatakan, kartu tani ini mempunyai fungsi yang baik dan memudahkan petani, namun kurangnya sosialisasi kartu tani justru membawa masalah baru bagi petani itu sendiri.

“Sehingga muncul problem klasik di saat para petani memasuki musim tanam dan menimbulkan masalah baru ditengah pandemi covid 19 ini petani harus membeli pupuk yang 3 kali lipat diatas harga biasanya,” katanya, Kamis (7/1/2020).

Masalah itu pun disaampaikan pada kelompok tani. Namun kelompok tani pun tidak dapat berbuat banyak bahkan kelompok tani tidak pernah mengetahui pengajuan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) dan Laporan Penjualan barang bersubsidi ini yang seharusnya pengajuan dan laporan pengecer resmi itu diketahui kelompok tani.

“Kami berharap dinas pertanian KBB turun tangan jangan sampai ada permainan di luar regulasi antara pengecer resmi dan para penyuluh,” tambah tokoh pemuda ini. **

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *