Kena Imbas Proyek KA Cepat, Rumah Warga Bantar Gedang Mekarsari Dibongkar

Daop 2 Bandung melakukan pembongkaran rumah warga di Kampung Bantar Gedang RT 02/91 Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, KBB yang terkena imbas proyek perlintas KA cepat.

NGAMPRAH- Bangunan milik warga
di Kampung Bantar Gedang, RT 02/01, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terkena imbas perlintasan proyek kereta api (KA) cepat kembali dibongkar.

Pembongkaran dilakukan PT KAI Daop 2 Bandung untuk trase KA Cepat Jakarta-Bandung, Rabu (6/9/2017).

Pepen Apendi (73) salah seorang warga yang terkena imbas proyek KA Cepat mengatakan, sudah mendapatkan pemberitahuan akan adanya pembongkaran ini.

Untuk itu dirinya sudah melakukan persiapan dengan memindahkan barang-barang dan perabotan rumah tangga miliknya ke rumah anaknya yang lokasinya tidak berjauhan.

“Pemberitahuan sudah ada dan karena ini program pemerintah saya mendukung saja,” ucapnya yang sudah tinggal di lokasi tersebut sejak tahun 1958.

Rumah seluas 112 meter persegi miliknya di tempati oleh tiga keluarga. Dari pembongkaran ini dirinya mendapatkan kompensasi Rp250.000/meter atau total mendapatkan uang Rp29 juta.

Uang itu akan dipakai untuk merenovasi rumah yang akan ditempati beserta anak-anaknya. “Memang ini lahan PT KAI jadi kalaupun saya terusir dari sini tidak apa-apa,” tandas pria yang sempat bekerja di PT KAI tahun 1968 ini.

Terpisah Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung Joni Martinus menyebutkan pembongkaran rumah kali ini dilakukan di KM 140 + 680 sampai dengan KM 141 + 700 yang masuk ke Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, KBB. “Pembongkaran ini dilakukan ke-159 kepala keluarga yang bangunannya ditertibkan dengan aset seluas 18.021,39 meter persegi,” sebutnya.

Menurutnya, proses pembongkaran juga dibantu aparat kepolisian, TNI, dan unsur pemerintahan daerah. Proses pembongkaran berjalan lancar karena ada sebagian warga yang telah membongkar sendiri bangunan rumahnya.

Itu dikarenakan pihaknya sudah jauh-jauh hari melaksanakan sosialisasi kepada warga. “Kami juga memberikan kesempatan kepada warga untuk mengambil bagian-bagian bangunan yang masih bisa dimanfaatkan,” pungkasnya. (wie)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *