PadalarangPendidikanRagam Terkini

Keren..!! SMAN 2 Padalarang Punya Program SMAN Terbuka

PADALARANG– Program SMAN terbuka di SMAN 2 Padalarang dibuka. Sekolah terebut menjadi alternatif masyarakat yang ingin melanjutkan studinya dari Kementrian Pendidikan (Kemendikbud).

Wakil Kepsek SMAN 2 Padalarang, Aip Syarif Hasan Efendi mengatakan, sekolah terbuka merupakan bentuk pendidikan formal yang berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari sekolah induk yang penyelenggaraan pendidikannya menggunakan metode belajar mandiri.

Dengan sasaran utama yakni lulusan SLTP sederajat, karena hambatan geografis, sosial, ekonomi dan keterbatasan waktu.

“Jadi siapa pun yang putus sekolah karena kendala biaya, bekerja setelah lulus SMP, atau yang berdomisili di daerah terpencil dan tertinggal dapat melanjutkan sekolah dengan mendaftar ke SMATJJ (SMA Terbuka Jarak Jauh),” ujar Aip ditemui di ruang kerjanya, Jumat (24/7/2020).

SMA Terbuka Jarak Jauh membuka kesempatan bagi siswa-siswi berusia 16 sampai dengan 21 tahun bersekolah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa masing-masing.

Adapun sistem pengajaran SMA terbuka dibagi menjadi dua, yaitu 50% melalui jarak jauh dengan menggunakan perangkat tablet dan 50 persen dengan tatap muka di sekolah.

Namun meski pembelajaran menggunakan sistem online dan jarak jauh, para siswa SMA terbuka itu harus mengerjakan ujian nasional (UN) di sekolah jika ingin dinyatakan lulus.

Kegiatan bimbingan belajar online kata Aip, dilaksanakan di tempat tinggal masing-masing peserta didik. Bimbingan belajar tatap muka dilaksanakan di sekolah induk atau tempat kegiatan belajar (TKB).

“Dari tahun 2014 SMAN 2 Padalarang sudah melaksanakan program ini,” ucap dia.

Untuk kouta sendiri, kata dia, menyediakan kuota 100 siswa untuk mengikuti program ini. Semua peserta akan dibebaskan biaya pendaftaran maupun sumbangan. Sedangkan model pembelajaran sendiri akan berbeda dengan proses belajar mengajar reguler. Karena siswa bisa menggunakan tablet sebagai perangkat belajar.

“Tetapi jangan salah program ini akan penuh mendapatkan pengawasan. Sebab, semua kegiatan siswa akan terpantau oleh rekaman server bahkan kecanggihan tablet yang diberikan mampu mendeteksi penggunanya,” tandasnya. ***


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close