LEMBANG– Pernyataan keras dilontarkan Ketua DPRD KBB, Rismanto menyikapi postur APBD KBB 2019. Rismanto mengatakan, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sama dengan “Menipu. “Programnya banyak tetapi tidak bisa dilaksanakan semua karena tidak ada uangnya,” kata Rismanto ditemui usai Paripurna RAPBD 2020 dan dua buah Raperda pada Jumat malam (29/11/2019) di Hotel Novena Lembang.

Makanya, lanjut Rismanto, SILPA harus dikunci yang bisa menututup program. “Tapi intinya yang disebut dalam nota adalah APBD yang sehat cirinya SILPA yang masuk akal antara Rp 150-170 miliar, itu yang kita kunci,” tegasnya.

Tentunya, lanjut Rismanto, Santuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mempunyai program seabreg, mau tidak mau mesti dirasionalisasi. “Yang dirasionaliaasi adalah program yang tidak sesuai dengan RPJMD dan KUA PPAS. Tapi yang bikin saya bahagia dinas berkomitmen,” ungkapnya.

Masalah itu, sebut Rismanto, terasa lebih pahit karena mesti merasionalisasi program yang sudah direncanakan. “Tapi ke depannya akan enak, ya ibarat jamu lah dengan starting point diangka Rp 170 miliar ini semua yang direncanakan bisa dilaksanakan,” kata politisi PKS ini.

Apalagi, lanjut Rismanto, pendapatan asli daerah bisa naik dalam realisasinya pada postur APBD 2020 nanti. “Tidak akan terjadi defisit lagi semua harus seimbang ya syukur-sykur bisa surplus,” pungkasnya. ***

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *