Kicau Mania Curhat ke Bawalkot Bandung Ini

HOBI: Bakal Calon Wakil Walikota Bandung Aries Supriatna menyapa kicau mania disela kontes burung ocehan Viva Jujur, Minggu (11/2/2018).

BANDUNG – Hadiah puluhan juta rupiah dan sepeda motor menjadi mahnet tersendiri bagi kicau mania untuk mengikuti lomba viva jujur.

Terbukti sebanyak 1.102 peserta dari berbagai pencinta komunitas burung mengikuti perlombaan Viva Jujur.

Ketua Pelaksanan Acara, Decky Fajar mengatakan, Viva Jujur merupakan satu wadah bagi komunitas pecinta burung. Selain memperebutkan hadiah, acara itu sekaligus ajang silaturahmi sesama komunitas.

“Namanya juga Viva Jujur. Jadi bukan hadiah yang dikejar melainkan kejujuran dari peserta maupun penjurian,” ucap Decky disela-sela acara, Minggu (11/2/2018).

Decky mengatakan, ada beberapa kategori untuk juara misalnya juara pertama kelas burung murai bakal mendapatkan Rp 10 juta. Kemudian, untuk kelas burung Anis dan Labet bakal mendapatkan hadiah sepeda motor.

“Sebenarnya bukan hadiah yang dikejar tapi lebih kepada silaturahmi. Karena dalam tiga kali kejuaraan berlangsung, hadiah bukanlah yang utama melainkan kebersamaan,” sambung Decky.

Terkait perkembangan komunitas pecinta burung khususnya di Kota Bandung, Decky menyebut sejauh ini masih kurang perhatian dari Pemkot Bandung. Misalnya dalam hal penyediaan lokasi baik untuk sekadar berkumpul atau penyelenggaraan kejuaraan.”Padahal ada nilai ekonomis, ada nilai jual dari setiap burung,” ujar Decky.

Ditempat yang sama, penghobi burung Aries Supriatna menambahkan, jika dikelola dengan baik komunitas pencinta burung bisa berkembang menjadi aspek ekonomi kreatif, tentunya dengan dukungan dari pihak pemerintah.

“Saya merupakan penghobi burung.Nilai burung juara saja bisa ratusan juta. Apalagi jika diternakkan dengan keuletan bisa menjadi kegiatan ekonomi yang sejalan dengan cita-cita kami untuk mengembangkan komunitas ekonomi kreatif,” terangnya.

Aries yang juga bakal calon Walikota Bandung menuturkan, pihaknya bakal mengapresiasi keinginan para komunitas pecinta burung untuk memiliki lahan sebagai tempat berkumpul atau menyelenggarakan kejuaraan. Misalnya, memanfaatkan lahan tidur atau lahan yang tidak produktif disejumlah titik di Kota Bandung.

“Ini catatan dan komitment kami untuk menyediakan fasilitas tempat berkarya bagi semua komunitas. Jika sudah ada tempat kan Pemkot gampang mendata dan menyusun program agar berkembang menjadi komunitas ekonomi kreatif,” pungkasnya. (wie)

 

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *