Jawa Barat

KOTA RAYA WALINI

Oleh Djamu Kertabudhi

SUDAH sejak lama Teh Walini dikenal di dunia Internasional khususnya di Eropa Barat, bahkan digandrungi sampai saat ini. Karena Teh Walini berkualitas premium, sehingga menjadi primadona Jawa Barat.

Tentu saja kita belum pernah merasakan bagaimana harum dan sedapnya minum Teh Walini, karena 80 % di ekspor ke belahan dunia. Sisanya tersaji di kota” besar di Indonesia. Yang membuat kita bangga ternyata lokasi Perkebunan Teh Walini ini berada di Kecamatan Cikalongwetan KBB.

Namun demikian, tidak akan terlalu lama lagi di lokasi Walini dan sekitarnya secara ekstrim akan terjadi alih fungsi lahan sebagai kebijakan Nasional ditunjang oleh Program Pemda Propinsi Jabar menjelma sebagai Kota Raya Walini. Menurut pihak Pemda Jabar hal ini bukan wacana, tapi sudah menjadi rencana konkret. Kenapa disebut Kota Raya Walini? Karena di lokasi ini akan terjadi perubahan bersifat multi fungsi yaitu pusat pemukiman, pusat ekonomi baru, dan pusat Pemerintahan Propinsi Jawa Barat.

Bahkan tidak menutup kemungkinan akan menjadi pusat pendidikan tinggi karena ITB sudah mempersiapkan pembangunan kampus baru berkonsep techno park, dan Universitas Parahyangan (UNPAR) sudah melakukan pembebasan lahan untuk pembebasan kampus di sekitar Walini Desa Tagogapu Padalarang.

Memang belim lama ini di KBB ada pro kontra tentanh pembangunan infrastruktur kereta vepat karena dinilai tidak berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakag KBB.

Kalau berpikir parsial memang bisa dipahami, tapi pembangunan infrastruktur kereta cepat ini hanya faktor penunjang dari pemb. secara makro, yaitu sebuah Kota Raya. Bagaimana dampaknya bagi Pemda dan masyarakat KB ?. Akan sangat luar biasa, baik dilihat dari potensi besar bagi peningkatan pendapatan daerah, maupun perubahan sosial budaya dan ekonomi masyarakat KBB, terutama terciptanya lapangan pekerjaan baru, pengembangan potensi wira usaha masyarakat dan peningkatan “income per-kapita”.

Akhirnya berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan IPM, dan indikator makro ekonomi lainnya. Tapi yang patut diwaspadai dan diantisipasi pemda beserta masyarakat KBB adalah “ekses perubahan”. Kiranya sudah waktunya mediasi Pemda KBB membahas bersama tentang ini.

Tentu saja konsep Kota Walini ini dapat dijadikan pijakan strategis bagi para Balon Bupati KBB dalam merumuskan visi misinya guna menciptakan mata rantai perubahan disegala bidang sampai kepelosok wilayah KBB. Wallohu Alam, Wassalam. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close