Lagi-Lagi Telat Bayar Gaji Karyawan, Dirut RSUD Cikalongwetan Lebih Baik Mundur!!

Oleh: Pandu Muhammad
Penggiat Sosial Media

RSUD Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan di Bandung Barat, peranya juga cukup dominan dalam memastikan apakah masyarakat sudah mendapat pelayanan kesehatan yang baik atau belum.

Namun kabar kurang sedap muncul dari 350 TKK RSUD Cikalongwetan dua bulan tidak mendapatkan gaji (terhitung dari bulan September-Oktober) sebelumnya permasalahan telat gaji terjadi pada bulan Mei-Juni 2020.

Permasalahan ini seharusnya tidak terjadi apalagi di masa Pandemi dimana tim medis menjadi salah satu garda terdepan penanganan Covid19, sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari Dirut RSUD Cikalongwetan terkait telatnya gaji TKK dan permasalahan lainya yang kurang adanya transparansi seperti belum cairnya dana Jampersal, Jaspel tahun 2019 yang belum terbayarkan, dan Insentif Covid yang telat juga

“Jangan sampai publik bertanya-tanya permasalahannya dari mana karena RSUD Cililin dan RSUD Lembang tidak ada permasalahan terkait upah karyawan, seharunya Dirut RSUD Cikalongwetan menjelaskan kepada publik secara objektif dan fakta apa yang menjadi faktor telatnya gaji karyawan”.

Dirut RSUD Cikalongwetan lebih baik mundur secara terhormat karena kegaduhan di publik terdengar nyaring sekali, apalagi sudah mulai terpanggang spanduk keluhan karyawan didepan RSUD Cikalongwetan.

Alasan untuk mundurnya Dirut RSUD Cikalongwetan cukup relevan selain faktor telat menggaji karyawan, masalah administrasi bisa saja berdampak terhadap pelayanan kesehatan di masyarakat bahkan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) di Bandung Barat bisa saja menurun karena program nya tidak berjalan.

Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk monitoring dan evaluasi keberhasilan pembangunan kesehatan di Kabupaten Bandung Barat, hasil evaluasi tersebut diharapkan bermanfaat untuk menetapkan kebutuhan dan arah pembangunan kesehatan yang sesuai dengan permasalahan di Kabupaten Bandung Barat. ***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *