Ngamprah

Lima Kecamatan di KBB Rentan Terserang Flu Burung

 

NGAMPRAH – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengimbau warga masyarakat mewaspadai berbagai penyakit pada hewan ternak. Bagaimana tidak, di musim hujan seperti sekarang, hewan ternak sangat rentan terhadap penyakit terutama pada ternak unggas.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Disnakan KBB, Wiwin Aprianti mengatakan, musim hujan seperti sekarang dapat memicu perkembangbiakan virus atau penyakit hewan seperti tetelo dan flu burung. Untuk itu, masyarakat terutama para peternak dihimbau untuk mewaspadai penyakit hewan tersebut.

“Musim hujan rawan menyebabkan penyakit hewan. Terutama pada unggas seperti tetelo dan avian influenza lebih rentan,” kata Wiwin, Sabtu (2/12/2017).

Dia menjelaskan, ada empat wilayah di KBB yang sangat rawan akan penyakit flu burung yang menyebabkan kematian unggas, seperti Kecamatan Padalarang, Ngamprah, Cipendeuy, Cisarua dan Lembang. Di daerah tersebut tercatat beberapa kali kasus kematian unggas jenis ayam dan itik dalam jumlah yang cukup banyak.

“Daerah itu yang paling rawan lantaran mobilitas masyarakatnya pun cukup tinggi. Termasuk daerah tersebut juga padat populasi unggas, karena ada pasar hewan dan pasar tradisional,” paparnya.

Namun hingga kini, pihaknya belum menerima adanya laporan mengenai unggas yang terjangkit penyakit berbahaya. Meskipun, sejak awal hingga menjelang akhir tahun ini, memang ditemukan 200 unggas mati mendadak di KBB.

“Memang kasus kematian unggas itu banyak. Tapi tidak membahayakan karena berdasarkan hasil tes di laboratorium negatif flu burung,” ujarnya.

Meski demikian, kata Wiwin, penyakit hewan bisa diantisipasi dengan menjaga kebersihan kandang unggas serta memberi disinfektan. Selain itu, pihaknya juga terus menyosialisasikan hal itu kepada para peternak.

“Masyarakat khususnya para peternak diminta menjaga kebersihan kandang ternak untuk mencegah datangnya penyakit tersebut. Kami juga imbau peternak untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memberi pakan hewan yang berkualitas,” ungkapnya.

Wiwin meminta, masyarakat atau peternak yang menemukan kasus unggas mati mendadak yang menyerupai flu burung untuk melapor ke Disnakan. Setelah menerima laporan, pihaknya akan bergerak cepat untuk menindaklanjuti setiap laporan kematian unggas.

“Itu bisa dilakukan dengan menghubungi call center UPT Pusat Kesehatan Hewan dan Lab Bandung Barat melalui layanan telepon dan SMS di nomor 081320563534 atau 087722004679,” pungkasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data dari Disnakan KBB, populasi ayam guras atau kampung di KBB saat ini mencapai 1,8 juta ekor, sedangkan ayam broiler 4,3 juta ekor dan ayam petelur 167.000 ekor. Adapun burung puyuh mencapai 3.000 ekor dan itik sekitar 240.000 ekor. (wie)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

To Top