LKNU KBB Bentuk Relawan Penanggulangan TB

 

ft istimewa
Sosialisasi bahaya penyakit TBC Lembaga Kesehatan Nahdhatul Ulama (LKNU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) di RT 01/16 Kampung Sodonggirang, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang.

PADALARANG–Tuberkulosis (TB atau TBC) yang juga sering disebut “flek paru” adalah gangguan pernapasan kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit TBC merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di dunia. Menurut WHO, setiap detik ada satu orang yang terinfeksi tuberkulosis di dunia. Sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi kuman tuberkulosis. Sekitar 33% dari total kasus penyakit TBC di dunia ditemukan di negara-negara Asia.

Saat ini Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan penderita tuberkulosis terbanyak setelah India. Data terbaru dari Profil Kesehatan Indonesia keluaran Kemenkes melaporkan bahwa ada 351.893 kasus TBC di Indonesia per tahun meningkat sebesar 330.729 kasus.

Begitulah benang merah dalam acara sosialisasi bahaya penyakit TBC Lembaga Kesehatan Nahdhatul Ulama (LKNU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang disampaikan Wakil Supervisor Program TB Dinas Kesehatan Bandung Barat, Sri Wulan Y, S.Kep., M.H.kes.

Acara itu diselenggaran di RT 01/16 Kampung Sodonggirang, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, KBB rumah Pimpinan Majlis Ta’lim Nurul Huda As Soghir.

Sri berharap kader dan warga yang tidak menjadi kader bisa tapi bisa sinergis dalam mengingatkan orang-orang tentang bahaya penyakit TB dan tentunya tidak mengucilkan pasien TB dan mau mengingatkan pasien TB agar berobat sampai sembuh. “Intinya kami sangat mendukung dengan terbentuknya komunitas relawan ini, sehingga dapat meringankan tugas kami,” katanya.
Acara ini juga dihadiri Tenaga ahli pendamping desa KBB, Fadli Yofirlan. Fadli mengatakan bahwa masyarakat kini harus ikut serta memerhatikan isu kesehatan di masyarakat karena masalah kesehatan merupakan masalah bersama. “Saya berharap masyarakat semua bisa menjadi relawan mau diakui atau tidak sebagai pencegah penyakit TB karena penyakit ini mengancam anak-anak kita dan menyebabkan generasi berikutnya menjadi generasi yang terhambat kecerdasannya,” katanya saat memberi paparan. Warga yang ikut hadir kemarin juga diperkenalkan tentang program LKNU yang sedang dan akan dijalankan di Kabupaten Bandung Barat ke depan. Muhammad Alzibilla selaku koordinator SSR LKNU KBB, bersyukur hasil dari sosialisasi dengan masyarakat ini mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh masyarakat untuk sama-sama melawan penyakit TBC. “Dengan diadakannya sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat memahami dan menyadari tentang pentingnya pengendalian TBC,” katanya.
Ketua RW 16, Encin Quraesin mengatakan siap menjadi relawan TB bersama LKNU dan para kader TB untuk mencegah penyebaran penyakit TB dan membentuk sebuah wadah komunikasi relawan TB LKNU dengan beranggotakan masyarakat dari berbagai kalangan. “Kami berharap anggota komunitas relawan tersebut dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyakit TB, sekaligus membantu mengidentifikasi pasien penyakit TB yang belum tersentuh oleh layanan kesehatan,” pungkasnya. (***)

 

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *