Mantan Wagub Jabar Mendukung Ada Beasiswa Khusus Pertanian Untuk Anak Buruh Petani

Sesepuh masyarakat Jabar yang juga Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jawa Barat H. Nu’man Abdul Hakim. ft istimewa

BANDUNG– Sesepuh masyarakat Jabar yang juga Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jawa Barat H. Nu’man Abdul Hakim mendukung penuh usulan adanya alokasi khusus dana beasiswa untuk anak petani bidang pertanian oleh Pemprov Jabar. Alokasi ini agar diberikan kepada kalangan petani yang secara ekonomi kurang mampu, terutama buruh tani. 

“Saya sebagai ketua HKTI Jawa Barat mengapresiasi (usulan) program ini, karena program ini sungguh mulia akan memberikan kesempatan kepada anak–anak para petani yang secara financial mempunyai keterbatasan tetapi mempunyai potensi yang besar untuk memdapat pengetahuan dan pendidikan yang lebih tinggi,” kata Nu’man A Hakim.

Afirmasi pendidikan bagi petani kurang mampu dan buruh tani, menurut mantan Wagub Jabar ini, merupakan salah saru cara memotong mata rantai kemiskinan.

“Karena kalau pendidikan ini menjadi barang yang mahal dan harus dibayar oleh orang-orang yang mampu. Tentu para petani akan melahirkan orang yang miskin dan terus melahirkan orang yang miskin lagi. Jadi putaranya seperti lingkaran setan tetap melahirkan kemiskinan. Dan kemiskinan itu rata tara ada di sektor Pertanian,” ujarnya. 

“Kalau sekarang ada beasiswa, ada anak petani yang pintar cerdas semangat kemudian memiliki kemampuan yang luar biasa dan kemampuan pembiayaannya ada, tentu ini harus di tolong,” tambah.


Dirinya berharap dengan adanya dukungan serius Pemerintah berupa beasiswa pendidikan anak petani, bisa meningkatkan derajat sosial masyarakat petani. “Mudah mudahan para petani nanti mempunyai anak yang menjadi presiden, jadi menteri, jadi insinyur, karena kita tolong mereka bisa masuk kelingkaran menengah keatas lewat pendidikan,” harap Nu’man yang juga sesepuh Pondok Pesantren Darul Maarif Cigondewah ini. 

Sebelumnya diberitakan Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat Edi Rusyandi mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan beasiswa khusus untuk anak petani kurang mampu dan juga buruh tani dibidang pertanian dalam upaya regenerasi dan kaderisasi petani. 

Disebutkan Edi, berdasarkan catatan Kementerian Pertanian (Kementan) 90 persen dari total jumlah petani Indonesia sudah memasuki fase kurang produktif sehingga regenerasi menjadi suatu keharusan. Saat ini total jumlah petani Indonesia 33,4 juta di mana 30,4 juta di antaranya merupakan petani tua dan hanya 2,7 juta dari generasi muda. 

“Dari catatan tersebut, artinya kita menghadapi krisis generasi petani. Jawa Barat sebagai basis utama produksi pertanian harus tanggap dengan situasi ini”, tegasnya. *** 

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *