Artikel

Membangun Sugesti Politik, Berpeluang Memenangkan Pertarungan di Pilkada

D Jamukertabudhi. Ft ist


RAGAM DAERAH– Di wilayah ilmu sosial, sugesti merupakan salah satu faktor dalam interaksi sosial. Dalam pendekatan proses, sugesti politik dapat dikatakan merupakan proses pengaruh mempengaruhi antar individu dan komunitas, sehingga secara sadar atau tidak sadar terjadi akseptabilitas suatu konsep, ide, kepentingan dan aspirasi antar individu atau komunitas. Dengan demikian dalam konteks pilkada 2024 sugesti ini memegang peranan penting dan menentukan. Oleh karenanya para kontestan saat ini tengah menjalankannya.
Kondisi kekinian, dalam waktu “injuri time” ini pihak partai politik tengah merampungkan sebuah adonan atau ramuan yang memadukan unsur-unsur positif kedua individu yang tersajikan dalam sebuah pasangan calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah agar “enak disandang, enak dipandang, dan enak dirasakan” Untuk dipilih masyarakat saat pemungutan suara tanggal 27 Nopember 2024 nanti.
Berbagai latar belakang bakal calon yang terdiri dari unsur politikus, pengusaha, pesohor, tokoh masyarakat, dan mantan birokrat yang mencalonkan diri melalui jalur partai politik saat ini lagi di godog untuk ditentukan pasangan yang diminati publik. Maka dari itu, yang menjadi kriteria bagi parpol untuk menentukan pasangan, terdapat dua faktor penting yaitu modal sosial dan modal finansial yang dimiliki kandidat menjadi faktor determinan. Akan tetapi bagi petahana biasanya ditambah aspek harmonisasi pasangan yang dilandasi faktor “chemistry”.
Daerah-daerah yang termasuk kawasan Bandung Raya seperti Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat dalam perhelatan pilkada 2024 ini tampak sekali memiliki kondisi dan dinamika yang berbeda. Seperti halnya :

  1. Kabupaten Bandung, sosok petahana memiliki pengaruh signifikan. Bahkan kang DS Bupati Bandung telah melangkah lebih jauh dengan melakukan silaturahmi politik dengan semua pimpinan parpol di Kab. Bandung dalam rangka membangun persepsi yang sama bahwa koalisi partai yang dibentuk tidak semata-mata hanya dalam konteks pilkada saja, akan tetapi perlu berkelanjuran dalam konstruksi pemerintahan daerah yang memposisikan Kepala Daerah dan DPRD dalam kedudukan Mitra sederajat sebagai unsur penyelenggara pemerintahan Daerah. Sehingga kondusifitas pemerintahan tetap terjaga.
  2. Kota Bandung, tidak ada petahana, dan sebagai masyarakat perkiotaan yang bersifat majemuk dan dikenal sangat terbuka, mendorong dari berbagai kalangan mendaftarkan diri sebagai bakal calon Walikota Bandung melalui jalur partai politik. Tampak tidak ada figur unggulan Sehingga memiliki peluang yang sama untuk memperoleh kemenangan.
  3. Bandung Barat, sama dengan kota Bandung tidak ada petahana, yang nenarik, tidak sedikit dari kaum pesohor dari Jakarta mencoba mengadu nasib menjadi calon Bupati Bandung Barat, termasuk Rafi Ahmad yang getol blusukan nenggadang-gadang adik iparnya Jeje Richi Usmail (Jeje Govinda) sebagai bakal calon. Sehingga kemungkinan pasangan calon Bupati/Wakil Bupati lebih dari dua pasangan.
    4 Kota Cimahi, kelihatannya pilkada 2024 di kota Cimahi mengarah dua pasangan yang sudah mendapatkan tiket pengusungan koalisi partai baru Dikdik Suratno Nugrahawan (Sekda Kota Cimah), , yaitu dari koalisi partai Demokrat, Nasdem, dan P3 (12 kursi). Dan tidak menutup kemungkinan dari partai lain akan ikut nengusung figur ini. Adapun figur lain yang muncul seperti Ngatiyana dan Aditya masih dalam proses seleksi di partai yang berbeda.
    Akhirnya siapa yang mampu menanamkan dan membangun sugesti politik, itulah pasangan yang berpeluang memenangkan sebuah pertarungan. Wallohu A’lam (djamukertabudi)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top