Menaker Sindir Mikrofon Tiba-tiba Mati

NGAMPRAH– Menteri Ketenagakerja, Ida Fauziyah menyindir gara-gara mikrofon tiba-tiba mati saat dirinya berpidato dalam acara penandatangan MoU Program Padat Karya Pertanian dan Kewirausahaan dengan Pemkab Bandung Barat di Plataran Kantor Pemkab Bandung Barat, Minggu (19/7/2020).

“Saya berhenti pidato sebelum mix mati,” sindirnya dalam acara tersebut.

Pihak panitia pun karuan saja sibuk membenarkan listrik yang tidak tersambung dengan mikrofon. Sekda Bandung Barat, Asep Sodikin hingga turun tangan dalam peristiwa itu. Pidato menaker pun sempat berhenti beberapa saat.

Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menandatangani Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) tentang pelatihan dan program pengembangan padat karya pertanian.

Penandatanganan MoU berlangsung di Kantor Pemkab Bandung Barat, dihadiri Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah Bupati Bandung Barat, Aa Umbara, Plt Sekjen Kemnaker Budi Hartawan, Dirjen Binalattas Bambang Satrio Lelono, Plt. Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Aris Wahyudi, beserta jajaran.

Dalam sambutannya Menaker mengatakan, pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap berbagai bidang sosial dan ekonomi sehingga diperlukan sinergi berbagai pihak untuk menjaga ketahanan nasional atas dampak pandemi tersebut. “Untuk itu Kemnaker berinisiatif melaksanakan sinergi pelatihan dan program pengembangan padat karya pertanian bersama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat,” kata Ida.

MoU bertujuan untuk menyinergikan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan yang menekankan pentingnya ketahanan pangan bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, dan masyarakat Kabupaten Bandung Barat pada khususnya.

“Nantinya kerja sama antara Kemnaker dengan Pemkab Bandung Barat ini akan dijadikan pilot project untuk program serupa di daerah lainnya,” ungkap Menaker

Program yang dikerjasamakan ini akan melibatkan 120 orang petani dari wilayah Kabupaten Bandung Barat untuk mendapatkan pelatihan. Dari pihak Kemnaker akan menyiapkan instruktur, pelatihan pengolahan lahan, penyediaan benih tanaman, pupuk, dan pendampingan untuk memastikan pasca panen dapat diserap oleh pasar, yang pada gilirannya akan menguntungkan petani.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengatakan, Pemkab Bandung Barat akan menyediakan lahan 10 hektare untuk pelaksanaan program tersebut. “Di atas lahan 10 hektate akan ditanam aneka sayur-mayur. Di antaranya edamame, cabe, wortel, kubis, tomat, dan beragam sayur-sayuran yang merupakan komoditas yang dibutuhkan,” katanya.

Setelah panen, lanjut Umbara, akan ada pengelolaan pascapanen yang bisa menghasilkan produk turunan, sehingga tercipta kewirausahawan baru. ***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *