Mendikbud Dorong Animator Miliki Sertifikat

CIMAHI – Melindungi para animator lokal dari serbuan animator luar negeri, Direktorat Kesenian Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan (Kemendikbud) RI, mendorong agar pelaku animator di Indonesia termasuk Cimahi, agar memiliki sertifikasi.

Kasubdit Seni Media Direktorat Kesenian pada Kemendikbud RI, Tubagus Sukmana, mengatakan, potensi industri animasi di Cimahi termasuk baik, terlebih Cimahi sering mengadakan event animasi yang sifatnya internasional.

“Makanya kita harus lindungi animator ini dari serbuan animator luar negeri yang tentunya lebih bagus, dari kita, itu harus diakui. Makanya mereka harus punya sertifikat dari lembaga sertifikasi,” kata Tubagus saat ditemui usai pelaksanaan kegiatan di Techno Park Jalan Baros Kota Cimahi, Kamis (2/5/2018).

Sejauh ini diakuinya, Indonesia tidak memiliki lembaga sertifikasi yang mumpuni untuk memberikan sertifikat berstandar bagi para animator. Sebab sampai saat ini, tidak badan sertifikasi terlalu fokus pada bidang jasa.

Sebetulnya sudah ada lembaga sertifikasi, hanya saja standarnya dianggap belum mumpuni oleh animator dan studionya.

“Sekarang asosiasi didorong membuat sertifikat. Terutama untuk menghindari hadirnya animator dari luar negeri yang lebih bagus dan menarik,” ujarnya.

Membahas mengenai perkembangan industri animasi, menurut dia, perkembangan industri animasi bukan hanya dilihat dari proses tapi, bagaimana hasil karya animator bisa diterima masyarakat pada umumnya.

“Artinya, proses jalan terus tinggal bagaimana eksekusinya. Sekarang kan lebih banyak animator yang berkarya dalam bentuk iklan dan reklame, untuk di film itu memang masih jarang, karena membutuhkan sumber daya, baik peralatan dan modal yang sangat besar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua CCA Kota Cimahi, Rudi Sutedja, menyebutkan di Kota Cimahi ada sekitar 500 sampai 600 animator dari berbagai kalangan dan usia yang beragam namun, hanya sekitar 10 persen saja yang diperkirakan sudah memiliki sertifikasi.

Sebetulnya bukan acuan mutlak seorang animator dikatakan mumpuni atau tidak. Sebab, seorang animator dinilai dari karya yang mereka hasilkan dan tempat penayangannya.

Contohnya, ada yang sudah bersertifikasi tapi lebih banyak yang belum. Jelas itu harus didorong karena, kalau animator mengurus sertifikasi sendiri biayanya tidak murah.

“Tapi biasanya ada subsidi dari pemerintah. Hanya saja harus diketahui, sertifikasi bukan jadi acuan kalau animator dikatakan sukses dan bagus, tapi lihat bagaimana hasilnya,” ujarnya. (mon)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *