Motoris yang Meninggal itu Ajengan Gununghalu

 

 

Foto Cep Nedi Ansor KBB For Ragam
TKP: Inilah sosok almarhum Anwarul Huda asal Desa Taman Jaya Gununghalu KBB motoris yang meninggal dunia dalam insiden kecelakaan lalu lintas di bawah jembatan Cimindi.

PADALARANG-Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Kabar duka datang dari Ansor Bandung Barat. Salah seorang sahabatnya Anwarul Huda asal Desa Taman Jaya Gununghalu KBB meninggal dunia dalam insiden kecelakaan lalu lintas di bawah jembatan Cimindi.

“Yang meninggal kecelakaan sahabat Anwarul Huda ajengan dari Desa Taman Jaya Gununghalu,” ujar Ketua Ansor KBB, Cep Nedi, kepada ragam, Selasa (3/6/2018). Dia belum mengetahui pasti tujuan korban yang meninggal akibat kecelekaan tersebut dari mana. “Belum tahu dari mana dari mananya. Saya mau taziyah ke Gununghalu dulu,” katanya.

Sebelumnya diberitakan seorang pengendara motor bernopol B 37 57 tewas di lokasi kejadian setelah bertabrakan dengan truk di bawah jembatan Cimindi, tepatnya di perbatasan antara Kota Cimahi dan Kota Bandung, Selasa (3/7/2018). Diduga motoris itu adalah seorang pemudik yang hendak pulang kampung. Korban membawa barang-Barang di motornya. Tewasnya pemudik ini sempat diabadikan lewat vidio yang menjadi viral di sosial media.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB dan hingga pukul 10.45 WIB, anggota unit Lakalantas Polrestabes Bandung masih melakukan olah TKP dan mencari keterangan saksi.

Akibat dari kejadian tersebut, arus lalulintas dari arah Kota Cimahi menuju Kota Bandung mengalami kemacetan yang cukup parah.

Kasubnit 1 unit Lakalantas Polrestabes Bandung, Iptu Angga Handiman mengatakan, berdasarkan informasi sementara dari saksi, kejadian tersebut berawal ketika pengendara motor menyalip truk dari kiri.

“Ketika ada disamping truk, kebetulan di TKP itu ada lubang, sehingga orangnya terjatuh masuk ke kolong truk hingga terlindas dan tewas ditempat,” ujarnya di lokasi kejadian, Selasa (3/7/2018).

Ia mengatakan, setelah korban dinyatakan meninggal di lokasi kejadian langsung dilarikan ke rumah sakit Rajawali untuk menunggu pihak keluarga.

Hingga pukul 11.00 WIB, polisi masih belum bisa menyebutkan identitas dari korban tersebut karena harus terlebih dahulu melakukan olah TKP.

“Untuk identitasnya belum kita ketahui, karena kami belum cek korban ke rumah sakit, kita lagi olah TKP dulu,” katanya.

Sementara untuk sopir truknya, kata Angga, langsung dibawa ke Mapolrestabes Bandung untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Seorang saksi Tomi (61), mengatakan kepala korban terlindas ban mobil truk bagian belakang saat korban terjatuh dan masuk ke kolong mobil tersebut.

“Kepalanya terluka parah dan ketika warga menutup dengan kain, korban juga masih pakai helm dengan posisi tengkurep,” ujarnya.

Warga setempat, lanjutnya, langsung menghubungi anggota Unit Lakalantas Polrestabes Bandung karena warga tidak berani untuk memindahkan korban yang sudah meninggal tersebut.

“Sebelum polisi datang, warga hanya menutupi korban dengan kain di lokasi kejadian karena sudah meninggal,” katanya.

Saat korban tergeletak di TKP, warga setempat maupun pengendara berkerumun untuk melihat kejadian tersebut.  (mon)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *