Otak Perampokan Sadis di Cililin Ternyata Dua Pasutri

EKSPOS: Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara didampingi Dandim 0609/Kabupaten Bandung Letkol Arh A Andre Wira Kurniawan, dan Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana menunjukkan sejumlah barang bukti kejahatan yang dipergunakan oleh para pelaku perampokan di Cililin di Mapolres Cimahi, Kamis (1/1/2018).

CIMAHI- Dua pasangan suami istri yang menjadi otak pelaku pencurian sadis yang menewaskan seorang asisten rumah tangga di Cililin tahun 2017 yang lalu diamankan oleh Satreskrim Polres Cimahi bekerjasama dengan Subdit Jatanras Direskrimum Polda Jabar.

Pelaku yang diamankan atas nama Nasrizal alias Kiki, Yayu Nurazizah, Irpan Ohorela alias Hasbi alias Putra Waka alias Ipan, Winarni alias Wiwi, serta Agus alias Kutuk yang sudah tewas karena dibedil oleh lihak kepolisian. Sementara itu, dua orang pelaku lainya sedang dalam pengejaran dan ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) yaitu Hasan dan Egi.

Mirisnya, Yayu Nurazizah yang merupakan istri dari Agus, saat ini tengah mengandung seorang bayi dengan usia kandungan 7 bulan. Bersama Wiwi yang merupakan istri dari Nasrizal, mereka mengotaki perampokan untuk mengeruk harta milik korbannya.

Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, mengatakan, komplotan perampok sadis tersebut melakukan aksi kejahatan dengan berbagai modus operandi dan sasaran. Mereka tak segan melukai korbannya jika melakukan perlawanan.
.
“Seperti pencurian brankas perusahaan, kendaraan roda empat dan roda dua, pembobolan ATM, hingga perampokan perhiasan emas di Cililin yang menyebabkan pembantu rumah tangga tewas akibat dibekap lakban,” ujarnya disela-sela gelar perkara di Mapolres Cimahi, Jalan Jenderal Amir Mahmud, Kota Cimahi, Kamis (1/2/2018).

Masih, kata Rusdy, pihaknya terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap para pelaku, hingga satu orang meninggal dunia karena melakukan perlawanan saat hendak dilakukan penangkapan. Lima orang pelaku, termasuk satu orang yang meninggal, ditangkap di lokasi yang berbeda-beda dalam kurun waktu sepekan.

“Tindakan tegas terukur dilakukan lewat tembakan, dua orang terkena di bagian kaki kiri, dan satu pelaku langsung tewas. Lokasi penangkapan ada yang di Jakarta, Garut, Bandung, dan kawasan Rel KA Cimindi, Cimahi,” tuturnya

Rusdy menerangkan, masing-masing pelaku memiliki peran dalam tiap aksi kejahatannya, termasuk para pelaku perempuan.

“Pelaku perempuan ini ada yang mencarikan tempat persembunyian (Safe House) dan menyimpan barang hasil, mengamati cara kerja brankas, hingga menjadi pengendara pengganti setelah barang berhasil dipetik,” imbuhnya. (mon)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *