Pabrik di Cimahi Ditutup Polda, DLH Belum Bertindak

CIMAHI – Penutupan salah satu pabrik di Cimahi yang dilakukan langsung oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat, menandakan bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi tidak berani bertindak tegas.

Padahal, sudah jelas bahwa PT. Gede Indah yang berlokasi di Jalan Citose, Leuwigajah, Kota Cimahi itu melakukan pelanggaran yang berdampak pada pencemaran lingkungan sekitar serta mencemari aliran Sungai Citarum. Parahnya lagi, pabrik itu tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Sejauh ini, DLH Cimahi mengklaim bahwa, terkait pengawasan terhadap pabrik dilakukan secara rutin. Bahkan sudah melayangkan surat teguran berupa sanksi administrasi.

“Kita sudah memberikan sanksi administrasi, karena pabrik itu dianggap melanggar dan tidak taat aturan,” ujar Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Ade Ruhiyat, Selasa (6/2/2018).

Diakui Ade, sejauh ini pihaknya mengalami kesulitan untuk membongkar keberadaan pabrik yang pengelolaan limbahnya tidak sesuai ketentuan.

Namun, sangat disayangkan, pihak DLH tidak bisa menyebutkan apa kesulitan untuk mengungkap sejumlah pabrik nakal di Cimahi. Selain itu, pihak DLH pun tidak berani melakukan tindakan meski sudah jelas ada pabrik yang menyalahi aturan.

Dia menambahkan, dari sekitar 500 pabrik yang ada di Cimahi, masih banyak yang melanggar aturan. Namun dengan klasifikasi yang tentunya berbeda.

“Jadi, bukan terkait pelanggaran limbah saja, ada juga yang tidak punya dokumen lingkungan dan lainnya,” ucapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, Muhamad Yani, menambahkan, penutupan pabrik yang dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Jabar beberapa waktu lalu harus dijadikan suatu pelajaran.
“Tentunya kita tidak ingin kecolongan lagi,” singkatnya. (mon)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *