Politik

“Pak Hengky Tolong Tunjukkan Oknum yang Bermain di Balik Beasiswa UIN

NGAMPRAH– Ungkapan Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan yang menyebut, ada oknum dan bisnis di balik program beasiswa 50 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menyulut polemik.

Aktivis Muda dari Kecamatan Saguling, Rahman Ependi S.AP minta, Plt Bupati tidak ragu menyebutkan nama oknum yang dimaksud tersebut. “Tolong tunjukkan kepada kami siapa nama oknum yang bermain untuk usaha atau kepentingan pribadi supaya jelas dan terang benderang sehingga oknum tersebut bisa dituntut untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kalau betul terbukti ada permainan jangan hanya beropini,” ujar Rahman, Senin (21/2/2022).

“Masyarakat sudah lelah dengan semua kebijakan dan statemen-statemen yang tidak bermanfaat dipertontonkan oleh Pak Plt Bupati saat ini sehingga membuat opini liar dan gaduh terus menerus di masyarakat,” tambah Rahman yang juga Ketua MWC NU Kecamatan Saguling ini.

Rahman menyebutkan, program beasiswa tersebut atas inisiatif Bupati Bandung Barat Non Aktif, Aa Umbara Sutisna.

“Pak Umbara mengeluarkan kebijakan beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu dan yatim piatu tentunya sudah melakukan kajian terlebih dahulu dan melakukan koordinasi dengan semua pihak,” kata Rahman.

Kebijakan tersebut juga tertuang dalam MoU antara Pihak Pemkab Bandung Barat dan UIN SGD Bandung bernomor : 074/MoU. 02-Bapelitbangda/2020 pihak UIN Nomor B-010/UN.05/II.2/KP.01.01/12/2020 tentang Kerjasama Pengembangan Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Bidang lainnya yang ditanda tangani oleh Pihak Pertama Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna. Sedangkan pihak kedua ditandatangani oleh Rektor UIN SGD Bandung Prof. DR. H. Mahmud, M.Si di cap dan ditanda tangani.

“Sebagai sahabat Pak Plt saya hanya mengingatkan Pak Plt Bupati tolong dikaji kembali langkah yang akan diambil untuk menghentikan kerjasama dengan pihak UIN SGD Bandung untuk beasiswa 50 mahasiswa tersebut supaya tidak membuat masyarakat gundah dan cemas dengan kebijakan tersebut,” tandas Rahman. ***

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

To Top