Panitia Karnaval Desa Cilame Tepis Bermuatan Politik

 

istimewa
Pawai jempana pagelaran Karnaval Seni Budaya warga Desa Cilame Ngamprah KBB.

NGAMPRAH- Ketua Panitia Karnaval Seni Budaya Desa Cilame, Cucu Yanti menjawab ketidak puasan Ketua Palaksana rombongan Jampana RW 06, Gintang Noviani dalam penilaian pawai jempana pada peringatan HUT RI. Menurut Cucu, jika kegiatan tersebut sebagai upaya membangun kebersamaan, menggali potensi serta memotivasi masyarakat agar bisa lebih berkarya. “Kegiatan ini rutin diselenggarakan setiap tahunnya,” ujar Cucu. Kegiatan itu juga, sebut Cucu, sebagai upaya pembentukan karakter masyarakat dalam berkrativitas. “Kegiatan ini juga sebagai ajang promosi Desa Cilame ke depannya,” kata dia.
Pihaknya, kata Cucu, memberikan penilaian jampana seobjektif mungkin dengan menunjuk juri yang memiliki keahlian dibidangnya. “Artinya karnaval yang ditampilkan warga bertema karena permerintah desa berkomitmen selain pembangunam fisik, mental juga orientasi berpikirnya makin jelas,” sebutnya. Pihak menepis jika karnaval seni budaya di Desa Cilame bermutan politik. “Politik dari mana ? Kita rutin menggelar kegiatan seperti ini, dan warga semuanya sudah tahu tiap tahun digelar,” ungkapnya. Cucu menganggap wajar jika ada warga yang tidak puas dalam penilaiam juri. Namun yang jelas, sambung Cucu, kegiatan itu diselenggarakan pihak desa sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang telah berpartisipasi. “Sebelumnya juga kita sudah bersosialisasi ke tiap rw jika tujuan kegiatan jangan sampai memberatkan warga dengan biaya yang besar juga semaksimal mungkin mengunakan bahan baku daur ulang juga mesti bertema menceritakan karakteristik wilayah,” ungkapnya. Cucu menegaskan, panitia tidak bisa mengintervenai karena telah memberikan mandat penuh kepada juri. “Kita ingin menjaga netralitas dalam memberikan penilaian tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ace Sutisna Ketua RW 06 RT 03 Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) merasa tidak puas dengan penilaian juru karnaval pawai jempana yang diselenggarakan pihak Desa Cilame di Lapang Kapota Pusdihub Desa Cilame pada Jumat (17/8/2018). “Masyarakat merasa tidak puas dengan hasil penilaian juri,” ujar Ace, Kamis (23/8/2018). Ketua Penyelenggara RW 06 Gintang Nopiana bertanya, kenapa hasil jerih payahnya masyarakat sama sekali tidak ada penghargaan. “Kami menyesalkan penilaian juri yang tidak propesional. Banyak warga masyarakat yang kecewa dengan hasil keputusan juri tersebut,” tuturnya. Menurut Gintang, penilaian itu sehingga masyarakat banyak mengaitkan dengan urusan politik.”Tapi saya sebagai ketua panitia membantah dan menjelaskannya kepada masyarakat,” tandasnya. Sementara itu, RW 06 Desa Cilame menampilkan miniatur rumah adat sunda juga patung burung garuda serta kerta api yang menghabiskan biaya jutaan rupiah. “Masa yang menang yang biasa-biasa saja, ada apa ini,” protes Gintang. (***)

 

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *