Panja Sepakati Tiga Item Percepatan Penanggulangan Covid-19

NGAMPRAH– Panitia Kerja (Panja) Percepatan dan Penanganan Covid-19 DPRD KBB sepakat dengan Gugus Tugas Covid-19 memperbaiki tiga item.

Hal itu mengemuka pada rapat evaluasi bersama Panja DPRD KBB dengan Gugus Tugas Covid-19 di ruang rapat Sekretaris Daerah (Sekda) KBB Komplek Perkantoran KBB, Jum’at (8/5/2020).

Ketua Panja Percepatan dan Penanganan Covid-19 DPRD KBB Bagja Setiawan mengatakan tiga item tersebut pertama menyangkut bidang kesehatan, kedua Jaring Pengaman Sosial (JPS) Ekonomi dan ketiga pelaksanaan tekhnis Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Pada rapat kali ini kita membahas tentang evaluasi PSBB tahap pertama, disini ada beberapa hal yang dievaluasi,” ujarnya.

Bagja menjelaskan, untuk bidang kesehatan hasil evaluasi dari rapid test, tercatat ada 106 orang yang positif Covid-19. Dan ini sudah ditindaklanjuti dengan swabb test sebanyak 56 orang sehingga sisanya 50 orang lagi menyusul untuk dilakukan test serupa.

Untuk penanganan pasien positif terpapar Covid-19, akan ditempatkan di empat ruang isolasi yakni di RSUD Cililin, RSUD Lembang, RSUD Cikalongwetan dan Aula Mesjid As-Shidiq. Terkait polemik penggunaan Isolasi Aula Mesjid As-Shidiq, Bagja membantahnya jika itu hanyalah merupakan check and balance saja. “Tidak ada silang pendapat. Dari awal juga kita sepakat untuk tempat isolasi itu,” tegasnya.

Evaluasi kedua tentang jaring sosial ekonomi dengan adanya daging ayam busuk, Panja menilai itu lebih bersifat insidental keterlambatan pengiriman saja. Sedangkan harga jaring pengaman sosial berupa sembako, jumlah nominalnya seharga Rp300 ribu.

“Kita berkomitmen akan menggantinya beberapa item isi sembako yang lebih tahan lama. Ayam, sayuran dan buah-buahan dihilangkan,” jelasnya.

Sementara, terkait PSBB tahap kedua, kata Bagja, akan lebih diperketat di beberapa titik strategi seperti gerbang wilayah yang masuk ke Bandung Barat dan pusat keramaian.

“Kita akan perketat di PSBB kali ini, yaitu di gerbang pintu masuk wilayah KBB dengan check point, tempat keramaian seperti pasar dengan melakukan penjagaan,” jelasnya.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, menambahkan, PSBB kali ini check pointnya akan lebih diperketat dan akan melakukan penyisiran serta penjagaan baik di pasar Modern maupun tradisional.

“Kita harus berhasil di PSBB yang kedua ini, rencananya akan melakukan pantauan langsung mulai hari senin yang didampingi dengan pimpinan Panja,” ungkapnya

Aa juga mengatakan, terkait keberhasilannya itu ada diruang isolasi minggu depan akan dilakukan pengecekan ruang isolasi di daerah Cikalong dan Cililin. “Itu kita lakukan agar penurunan trendnya kelihatan nanti,” pungkasnya. (cep)


.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *