Pedagang Ayam Potong dan Telur di Cimahi Dilanda Panik

CIMAHI – Menjelang bulan Ramadan, harga daging ayam dan telur mengalami kenaikan 10 persen. Sejumlah pedagang di pasar tradisional Kota Cimahi tidak mengetahui akar permasalahan kasus yang membuat penurunan omset tersebut.

Pedagang daging dan telur ayam di Pasar Atas Cimahi, Ajo Kustiawan (37) mengaku, sejak awal bulan Mei 2018, harga telur setiap harinya naik dari Rp 200 hingga mencapai Rp 500. Saat ini, perkilogramnya mencapai Rp23 ribu.

“Biasanya saya mampu menjual 60 Kilogram perhari, sekarang 30 Kilogram perhari saja sulit. Omset saya turun sampai 50 persen,” katanya, saat ditemui disela berjualan, Selasa (8/5/2018).

Dia juga meyebut, persoalan kenaikan harga dan turunnya omset dialalmi pula oleh sebagian besar pedagang. Mereka pun heran mengapa hal ini bisa terjadi, pasalnya pengiriman barang tidak terkendala.

“Gatau apa alasannya bisa naik. Telur mah kebutuhan sehari jadi kerasa kalau omset turun teh,” terangnya.

Ia berharap, kondisi ini bisa segera diatasi oleh pemerintah agar ketika memasuki ramadan, aktvitas jual beli kembali normal dengan harga yang relatif terjangkau oleh masyarakat. “Denger mah mau turun, tapi gatau bener apa nggak, ya kalau turun ya mudah-mudan omset kembali naik,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang daging ayam, Ujang (48) mengeluhkan hal yang sama. Ia tidak bisa lagi menjual 150 Kilogram dalam sehari. Kondisi ini sudah berlangsung hampir dua pekan setelah harga daging ayam merangkak naik.

“Sekarang mah paling bisa menjual 100 Kilogram,” sebutnya.

Sedangkan untuk harga sebut dia, sejak memasuki bulan Mei mencapai Rp 4000 dari yang semula Rp 34 ribu per Kilogram. “Sekarang harga ayam Rp 38 ribu per kilo gramnya, tapi barang mah aman. Sekarang saja sudah mahal apa lagi nanti pas puncaknya,” jelasnya.

Sementara itu Kasi Didagkoperind Kota Cimahi Agus Irwan menyebutkan,  kenaikan harga komoditas tersebut masih diambang batas. Mengacu pada paraturan Mentri Perdagangan (Permandag) nomer 27 tahum 2017 terkait Harga Eceran Terendah untuk daging dan telur untuk wilayah jawa barat Rp 32 ribu per kilo gram sedangkan untuk telur Rp 22 ribu perkilogramnya.

“Kenaikan harga masih di ambang batas, biasa setiap memasuki bulan ramadhan selalu ada kenaikan,” katanya saat di temui di ruang kerjanya.

Untuk menekan harga tersebut pihaknya menghimbau kepada produsen agar tidak memanfaatkan momen dengan menimbun barang. “Saya tagaskan kedapa produsen agar tidak menimbun barang,” tegasnya. (mon)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *