Pekerjaan Langsung di PUPR Nilainya Rp 40 Juta-Rp 200 Juta

Kepala Seksi Penataan Bangunan Dinas PUPR KBB, Rahmat Ardiasyah.

NGAMPRAH- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bandung Barat( KBB) telah membangun 26 sarana dan prasarana rumah sederhana sehat.

Pembangunan 26 sarana dan prasarana tersebut d iantaranya, 12 kalan setapak, 2 kirmir, dan 12 TPT.

“Semuanya tersebar di beberapa kecamatan, mulai dari wilayah utara, wilayah barat dan wilayah selatan,” ujar Kepala Bidang Tata Bangunan Penata Pemukiman dan Jasa Kontruksi, Yoga Rukmana Gandara didampingi Kepala Seksi Penataan Permukiman, Rahmat Ardiansyah, di Ngamprah Rabu (6/7/2017).

Menurutnya pekerjaan tersebut dikerjakan secara penunjukan langsung (PL) yang dikerjakan oleh pihak ketiga, mulai dari Rp 40 juta sampai Rp 200 juta. Pekerjaan sesuai kontrak, dari 17 Juni sampai bulan Juli 2017.

“Ini semua dari anggaran APBD Tahun 2017 untuk program kegiatan pembangunan sarana dan prasarana rumah sederhana sehat,” ujarnya

Kata Yoga, kegiatan ini merupakan sarana penunjang untuk rumah sederhana sehat, bertujuan untuk meningkatkan saran lingkungan yang lebih baik, sehingga kegiatan ekonomi masyarakat berjalan bagus.

Kepala Seksi Penataan Permukiman, Rahmat Ardiaayah menambahkan, 26 kegiatan ini baru tahap satu di triwulan dua. Dan untuk triwulan tiga ada sekitar 18 kegiatan dengan jenis kerjaan yang sama jalan setapak, kirmir dan TPT.

“Saat ini 18 kegiatan itu baru proses SPK yang akan dikerjakan mulai Bulan Seotember sampai Bulan Oktober 2017, itu semua hasil Pokok Pikiran Rakyat (Pokir),” ujarnya

Pekerjaan ini merupakan kegiatan baru di bidang kita, dimana sebelumnya menurut Rahmat, dikerjakan di Dinas Ciptakarya. “Mudah-mudahan, walaupun bidang baru dalam pelaksannanya bisa lebih baik sesuai RAB dan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sedangkan dari hasil survai di lapangan, masih banyak lingkungan yang belum terakomodir. Misalnya, wilayah selatan Kecamatan Rongga dan Kecamatan Gununghalu (Desa Sukaresmi, Desa Bojong Salam, Desa Cicadas dan desa-desa lainnya).

“Wilayah selatan jadi prioritas di Tahun 2018, tapi kita menyesuaikan dengan anggarannyang tersedia,” tandasnya. (buh)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *