Pelajar Cimahi Digembleng Wawasan Kebangsaan

CIMAHI – Perkembangan era digital sangat berpengaruh pada penurunan wawasan kebangsaan. Terutama pada generasi muda.

Menurut Pengamat Pendidikan, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Cimahi, Khaerul Syobar, pada era keterbukaan dan digital saat ini tentu lapisan masyarakat harus dapat menangkap perkembangan dan perubahan karakter bangsa. Selain itu, kemampuan deteksi dini dan cegah tangkal pun harus dimiliki agar tidak terbawa arus negatif.

“Sudah tentu harus siap dalam menghadapi budaya asing yang berlawanan dengan Pancasila. Tapi sekarang, sekolah khsusnya di Cimahi, jarang melakukan kegiatan yang sifatnya edukatif untuk memberikan wawasan kebangsaan,” kata Khaerul, Selasa (28/11/2017).

Sejauh ini, dia memiliki pandangan bahwa pendidikan atau wawasan kebangsaan di kalangan siswa mengalami kemunduran bahkan, generasi muda lebih mudah menerima ideologi dan budaya asing, ketimbang wasasan kebangsaan negeri sendiri.

“Ini yang disebut degradasi mental. Sehingga wawasan kebangsaan perlu ditingkatkan kembali. Dalam hal ini tentunya pemerintah lebih berperan,” ujarnya.

Dia menyebutkan, ada beberapa faktor terkait menurunya wawasan kebangsaan di kalangan pelajar diantaranya, pengurangan mata pelajaran tentang kewarganegaraan dan akhlak yang berhubungan langsung dengan keagamaan di sekolah terutama, pemahaman Pancasila.

“Padahal itu merupakan dasar dari pemahaman mengenai wawasan kebangsaan,” ungkapnya.

Dia berharap, pemerintah lebih gencar lagi mengedukasi wawasan kebangsaan kepada pelajar dengan memaksimalkan mata pelajaran kewarganegaraan dan agama di tiap sekolah.

“Mata pelajaran seperti PPKN dan pendidikan agama harus menajdi kurikulum yang tetap,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan, mengatakan, wawasan kebangsaan pelajar di Kota Cimahi menjadi perhatian khusus pihaknya. Terlebih, hal tersebut sejalan dengan pendidikan karakter yang juga tengah digalakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Tujuannya meningkatkan jiwa nasionalisme sejak dini,” katanya.

Saat ini, yang sedang diupayakan pihak pemerintah untuk memperkuat wawasan kebangsaan, lanjut Dikdik, pihaknya akan memaksimalkan melalui kegiatan ekstrakulikuler. Terutama yang sifatnya menumbuhkan rasa nasionalisme.

“Tentunya kita ingin memperkuat jiwa patriotisme agar tidak mudah terhasut oleh sejumlah isu yang menyesatkan,” pungkasnya. (mon)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *