Peluang Kerja di KBB Menjanjikan, Ado: “Jangan Habis oleh Pendatang Luar Daerah”

NGAMPRAH– Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Iing Solihin optimis peluang kerja di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjanjikan bisa menyedot tenaga kerja sebanyak-banyaknya.

Lantas apa yang membuat Iing optimis? Menurutnya, perusahaan besar seperti IKEA, KCIC, juga kawasan ekonomi khusus, pusat budaya, pendidikan juga destinasi wisata ada di KBB. “Kalau sektor tersebut sudah cukup. Namun yang perlu dikembangkan di KBB saat ini soal pertanian, pariwisata, industri kreatif,” kata Iing disela obrolan santai dengan Ragam Daerah di Sodong Kota Baruparahyangan, Sabtu (5/8/2020).

Iing juga menyebutkan, jika industri pertanian di KBB sudah mempunyai pasar sendiri. “Ada 52 pasar yang siap membeli prodak pertanian untuk Bandung Barat,” katanya.

Namun, lanjut Iing, masalah itu tak semudah membalikan telapak tangan. Yang diperlukan adalah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Disnakertrans, tengah menjajaki kerja sama dengan Polandia untuk rekrutmen tenaga kerja Indonesia.

Saat ini, Polandia membutuhkan 22.300 tenaga kerja Indonesia untuk ditempatkan di sejumlah perusahaan seperti pabrik elektronik, pabrik chicken packaging, welders/furniture dan green house/agriculture.

Iing mengatakan, tahap awal pihaknya akan mencoba mengajukan 150 orang untuk dikirimkan ke Polandia.

“Kalau ada perkembangan bagus, kita akan memberangkatkan lagi lebih banyak. Mudah-mudahan saja program ini lancar dan sukses,” ujar Iing.

Menurut Iing, lowongan kerja dari negara Eropa tersebut salah satu peluang yang tidak akan disia-siakan Pemkab Bandung Barat. Terlebih di masa pandemi Covid-19, banyak warga yang kehilangan mata pencaharian sehingga terbukanya Polandia untuk rekrutmen pekerja bisa jadi salah solusi atasi keterpurukan ekonomi.

“Ini sesuai dengan harapan pak Bupati agar kita terus mencari peluang untuk pemulihan ekonomi di masa pandemi,” tegasnya.

Pelaksanaan program tersebut, pihaknya bekerja sama dengan PT Ficotama Bina Trampil. Bagi warga yang berminat, bisa mendatangani langsung kantor Disnaker di Komplek Perkantoran Pemda KBB, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah.

Manager Operasional PT Ficotama Bina Trampil, H. A. Syeihabuddin Hidayah menyebutkan, sebelum para pencari kerja diberangkatkan, terlebih dahulu diberikan pembekalan selama satu bulan lamanya.

Biaya untuk pembekalan, kata dia, persyaratan administrasi dan akomodasi pemberangkatan sekitar Rp45 juta. Bagi yang tidak memiliki uang, bisa mengajukan kredit ke BRI atau BNI.

“Di bank ini, ada KUR (Kredit Usaha Rakyat) khusus untuk TKI. Saya kira mereka bisa membayar cicilan tidak memberatkan. Karena gajinya juga bersih sekitar Rp9juta sampai Rp12 juta per bulan,” ungkapnya.

Sementara itu, pendiri KBB Asep Suhardi menyebutkan, ruang dan kesempatan untuk menyerap tenaga kerja atau mengurangi angka pengangguran harus di tangkap oleh Pemda KBB.

“Percuma saja kesempatan itu kalau habis oleh para pendatang dari luar daerah,” kata Ado sapaan akrabnya.

Menurut Ado, Pemda KBB harus memperkuat sumber daya manusia agar dinas tenaga kerja punya daya tawar di perusahaan- perusahaan yang ada di KBB.

“Yang lebih penting lagi dinas tenaga kerja harus segera mempersiapkan pelatihan ke ahlian untuk menyambut peluang kerja di butuhkan. Persiapkan tenaga kerjanya dan segera adakan pelatihan agar para pencari kerja putra putri asli KBB tidak kalah saing oleh para pendatang,” katanya. ***

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *