Pembangunan Fly Over Padasuka Mandeg

CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi hingga saat ini belum bisa merampungkan pembangunan Fly Over Padasuka. Sebelumnya, pembangunan jembatan layang tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun 2016.

Kendalanya, pihak PT. KAI (Persero) Daerah Operasional (Daop) II Bandung, tidak memperbolehkan adanya aktifitas pembangunan yang dilakukan di atas rel terutama, ketika memasuki libur lebaran dan tahun baru.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, mengatakan, pihaknya terpaksa harus menghentikan pembangunan lantaran, pihak PT KAI (Persero) Daop II khawatir dampak dari pembangunan jembatan layang itu mengganggu terhadap lalu lintas kereta api. Dengan demikian, dari tanggal 1 hingga 30 Juni tidak boleh ada progres pekerjaan di atas rel.

“Saat ini kita sedang menunggu putusan secara tertulis dari PT KAI (Persero) Daop II karena sejauh ini baru sekedar lisan,” kata Wilman, Kamis (3/5).

Seperti diketahui, pembangunan jembatan yang menghabiskan uang sebesar Rp 17 miliar tersebut, merupakan upaya dari pemerintah untuk mengurangi kemacetan di Kota Cimahi.

Jembatan yang memiliki panjang 57 meter dan lebar 9 meter itu, nantinya akan menghubungkan wilayah Contong dan wilayah Cisangkan Jalan. KH. Usman Dhomiri.

Kendati demikian, memanfaatkan sisa waktu hingga bulan Juni, pemerintah akan segera melakukan sosialisasi kepada warga yang rumahnya berada disekitar lokasi flyover terkait, lanjutan pembangunan dengan memasang alat berat dan grider

“Selama belum ada imbauan secara resmi, kita akan terus kerjakan proyek flyover ini. Kita juga mendorong pengembang agar bisa segera membuat metode kerja sehingga, bisa selesai tepat waktu,” terangnya.

Sementara itu kepala humas Daop II Kota Bandung Joni Martinus menjelaskan, pemberhentian pekerjaan flyover Padasuka lantaran, pada tanggal 5 hingga 22 Juni 2018 sudah memasuki waktu angkut penumpang pemudik.

“Makanya, tidak boleh ada pekerjaan di atas rel kereta api karena, dapat mengganggu jalannya laju kereta api,” katanya.

Menurut dia, pada saat proses pengerjaan fly over harus ada rekayasa lalulintas yang kemungkinan dampaknya bisa menghambat laju kereta api.

“Intinya, keselamatan harus di perhitungan. Jadi, tidak ada yang dirugikan,” pungkasnya. (mon)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *