Pemkab Bandung Genjot Program PLBK

SOREANG- Tepatnya tahun 2012 lalu, Pemerintah Kabupaten Bandung mulai melakukan sederet pembangunan di wilayahnya. Misalkan, Kampung Wangun merupakan permukiman yang jauh dari kata ‘layak’ tapi kini sudah maju.

Bagaimana tidak, beberapa fasilitas sosial dan umum sangat tidak memadai untuk sebuah permukiman penduduk.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), Ir. Erwin Rinaldi, M.Sc menjelaskan, pemerintah sudah memiliki program khusus, yang dilakukan untuk mewujudkan perbaikan kualitas hidup masyarakat miskin, melalui penataan permukiman yang teratur, aman dan sehat, yakni program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK).

Menurutnya, Kampung Wangun Desa Pasirmulya Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung, memiliki 4 Dusun, 15 RW dan 69 RT. Kawasan itu, berada di dataran tinggi dengan kualitas udara masih sangat sejuk dan bersih. Dari luas wilayah + 243,1 Ha, lokasi kawasan prioritas PLPBK adalah di Kp. Wangun RW 07. “Rancangan program ini berpijak pada pengembangan sebelumnya yakni PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat),” kata Erwin (9/2/2018).

Sebelum dibenahi, di sana kondisi rumah tidak layak huni, dengan material bilik bambu model panggung yang seluruhnya tidak memiliki MCK. “Jadi kalau ingin pakai toilet pakai yang di pinggir got, dengan hanya menggunakan bilik setinggi satu meter dan sehelai kain sarung sebagai pintu,” sebut Erwin.

Kondisi lain yang dilakukan selain pembangunan rumah dan MCK lanjutnya, yakni fasilitas umum seperti jalan rabat beton, pipanisasi air bersih, sistem drainase dengan pas batu yang sebelumnya tanah saja, pembuatan Tembok Penahan Tanah (TPT), dan fasilitas sosial diantaranya pembangunan mushola, sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Posyandu juga lapangan olah raga.

“Kegiatan PLPBK di Kampung Wangun, akan menyusun skenario pembangunan desa, Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) serta Rencana Tindak Penataan Lingkungan Kawasan Prioritas (RTPLP), sebagai upaya peningkatan kualitas permukiman melalui pemberdayaan masyarakat,” imbuhnya.

Secara teknis Erwin menerangkan, dalam program PLPBK, Disperkimtan sudah membangun sebanyak 31 rumah sehat, 3 unit MCK, 479 M3 jalan rabat beton, drainase dengan pas batu sepanjang 532 M3 dan drainase gravel 463 M3, TPT sepanjang 8997 M3 dan SPAL 170 M3.

“Selain itu semua, kita perhatikan juga tatanan sosial kemasyarakatan, penataan lingkungan ekonomi masyarakat, serta penataan lingkungan dan kualitas hunian. Kami mempunyai misi untuk terwujudnya Desa Pasirmulya yang berseka, walatra (berwawasan lingkungan, aman dan tertib) serta berbudaya, yang mudah-mudahan bisa berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan rasa bangga, dia menceritakan keberhasilan pembangunan Kampung Wangun. Kalau kita berkunjung kesana, akan terlihat deretan rumah sehat yang teratur berwarna hijau.

“Disuguhi berbagai tanaman pekarangan yang asri juga segarnya udara,” sebutnya.

Selain itu, tambahnya, setiap rumah memiliki tempat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), jalan dan drainase sudah terbangun untuk akses mobilisasi, fasilitas sosial seperti mushola, sekolah dan posyandu.

“Memang rumah sehat itu tak harus mewah, walau bermaterial bilik bambu yang dibentuk sedemikian rupa, kesan asri, tradisional, bersih, sehat, masyarakatnya Someah terlihat dari potret permukiman ini. Apalagi disana juga ada sarana lapangan bola, kolam-kolam ikan, serta banyak sekali tanaman sayuran, buah dan bunga, yang kadang membuat betah,” tandasnya. (fen)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *