Pemkot Cimahi Pastikan Stok Sembako Aman Jelang Ramadan

CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi menegaskan stok bahan pokok aman menjelang Ramadan. Bahkan, untuk menjaga stok kebutuhan pokok, sejumlah langkah antisipasi akan dilakukan untuk stabilisasi harga apabila terjadi lonjakan telah disiapkan.

“Insya Allah untuk stok kebutuhan pokok di Cimahi aman. Nanti sebelum puasa, kita ada rencana melakukan sidak untuk memonitor harga untuk memastikan kembali stok kebutuhan pokok aman,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Perdagangan Dalam dan Luar Negeri, Agus Irwan Kustiawan didampingi Staf Seksi Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) ┬áKota Cimahi, Dini Andriani, Kamis (3/5/2018).

Pihaknya memastikan, tidak ada penimbunan bahan kebutuhan pokok di Kota Cimahi, karena Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimah selalu melakukan monitoring ke pasar-pasar tradisional dan modern.

“Kalau penimbunan sepertinya tidak ada, karena kita kerjasama dengan dinas pangan yang selalu rutin mengecek ke lapangan,” katanya.

Sementara untuk harga, sampai saat ini menurutnya belum terjadi lonjakan harga. Bahkan harga cabai rawit yang beberapa waktu lalu sempat melonjak tajam sekarang sudah berangsur turun. Harga cabai rawit merah yang sempat menembus harga Rp 70.000/kg, sekarang sudah mulai turun menjadi Rp 45.000/kg.

“Sejauh ini harga kebutuhan pokok masih stabil, kalaupun ada kenaikan belum ada yang lebih dari 10%,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga jelang Ramadan pihaknya secara intens melakukan koordinasi dengan sejumlah stakeholder. “Insya Allah dengan koordinasi yang intens bersama Indag Provinsi dan Bulog, sejauh ini stok dan harga lebih terkendali,” ungkapnya.

Pihaknya juga bekerjasama dengan Indag Provinsi dan Bulog merencanakan untuk menggelar operasi pasar murah (OPM) pada bulan puasa. “Kita akan laksanakan OPM jika kondisi harga sudah mencapai kenaikan lebih dari 10%,” ucapnya.

Disebutkannya, harga sejumlah kebutuhan pokok jelang puasa biasanya mengalami kenaikan. Hal itu dipicu oleh permintaan masyarakat yang meningkat dibanding biasanya.

“Kebutuhan pokok yang naik biasanya beras, minyak goreng, gula, dan daging-dagingan seperti daging ayam dan daging sapi,” pungkasnya. (mon)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *