SELEKSI: Tes wawancara calon Pamwascam KBB.

NGAMPRAH-Agus Gunawan salah seorang peserta seleksi calon panitia pengawas pemilihan Bupati KBB tingkat kecamatan asal Cipongkor harus kecewa. Dirinya tidak lolos seleksi gara-gara nomor pesertanya dicatut orang lain. Agus sendiri mengatakan, ketika lihat pengumuman kelulusan melalui website, ternyata nomor testingnta telah diganti dengan nama peserta lain dan dinyatakan tidak lolos. “Saya heran kok bisa begitu, seperti ada permainan dari pihak penyeleksi,” kata Agus, Rabu (1/11/2017).
Seleksi Panwascam se-KBB diawali tahap pendaftaran peserta pada 23 -30 September 2017 dan diperpanjang sampai 5 Oktober. Sebanyak 239 orang yang mendaftar menjadi peserta dan yang lolos seleksi administrasi 189 orang. “Materi seleksi berupa tes administrasi, tes tertulis, tes bebas narkoba oleh BNN KBB dan interview,” sebut Agus.
Tes tertulis berlangsung pada 12 Oktober di Gedung LPMP Jalan Raya Batujajar, KBB, dan pada 13 Oktober pengumuman kelulusan tes tertulis. Pada 17 Oktober tes bebas narkoba dari BNN KBB dilanjutkan tes interview 17 Oktober.
“Sejak awal pendaftaran peserta yang lolos tes administrasi sudah memiliki nomor registrasi peserta lengkap dengan identitas masing-masing,” tuturnya.
Pada Selasa 24 Oktober, pengumuman hasil seleksi interview dan pada 25 Oktober pengumuman kelulusan sesuai surat pengumuman No. 031/Bawaslu. Jb-02/KP01.00/X/2017. Kemudiaan diralat dengan pengumuman tes wawancara melalui surat nomor 032/Bawaslu.Jb-02/KP01.00/X/2017, yang ditandatangani Ketua Panwaslu KBB, Cecep Rahmat Nugraha. S.Sy, dan Ketua Pembentukan Panwascam se-KBB, Asep Nurpalah, MSi.
“Dalam pengumuman itu ternyata nomor testing 025 atas nama Agus Gunawan, diganti dengan 057 atas nama Agus Hidayatulloh. Padahal yang dimaksud nomor registrasi itu kata kunci membuka nama orang, jadi heran kenapa nomor registrasi saya menjadi nama orang lain,” kata Agus kaget.
Ia menduga, dalam selekai calon panwascam banyak titipan. Indikasinya banyak PNS yang notabene sudah punya pekerjaan banyak yang lolos.
“Padahal dalam persyaratan peserta bersedia kerja penuh yang ditulis di atas materai, sedangkan PNS tidak mungkin karena sudah punya pekerjaan rutin,” tutur Agus.
Selain itu, kata Agus, sebelum digelar seleksi, beredar adanya jual beli soal. Agar bisa lolos peserta diminta untuk menyediakan uang sebesar Rp1 juta.
Karena tidak terima nomornya dicatut peserta lain, Agus pun mempertanyakan hal tersebut ke pihak Panwas KBB.
Dalam penjelasannya, Sekretaris Panwas KBB, Angga, membantah adanya dugaan permainan di balik seleksi penerimaan Panwascam. Menurut dia, nomor peserta yang tertukar itu karena ada kesalahan pada nomor registrasi. “Nama tersebut sudah ada dalam berita acara, jadi sudah tidak bisa diubah lagi,” kata Angga sebagaimana dikutip Agus Gunawan.
Agus sendiri mengaku tidak puas atas jawaban pihak Panwaslu KBB. Karena itu, ia meminta trasparan dan semua nilai hasil tes dibuka di website dengan dasar akuntabilitas dan kredibilitas dan kejujurannya sejauh mana. “Terus terang kami merasa dirugikan karena untuk ikut seleksi ini tidak mudah dan memakan biaya yang tidak sedikit. Untuk tes psikotes saja yang dilaksanakan di Rumah Sakit Jiwa Cisarua, harus menjawab 567 soal, dan harus bayar sebesar Rp305.000,” tandasnya. Saat dikonfirmasi, Ketua Panwas KBB Cecep Nugraha tidak menjawab ketika dihubungi melalui sambuang telepon maupun whatsapp. (wie)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *