Pilkada Usai, Saatnya Masyarakat Bandung Barat Bersatu

Edi Rusyandi
Pegiat Majelis Cinta Negeri (MCN) dari Cipongkor

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat telah melaksanakan rapat pleno terbuka  rekapitulasi penghitungan suara pemilukada Gubernur dan Bupati pada Kamis (05/07), di Hotel Mason Pine, Padalarang.

Sebagai konsekuensi kompetisi politik, gelaran hajat lima tahunan itu telah menyita perhatian masyarakat luas. Tidak sedikit masyarakat tercerai berai diakibatkan perbedaan pilihan dan dukungan politik. Demi mendukung jagoannya, saling hujat, serang, gontok-gontokan bahkan cacian satu dengan yang lainnya tidak bisa dihindarkan.

Kini, hajat pilkada itu telah selesai. Saatnya masyarakat kembali bersatu padu menghilangkan perbedaan dan sekat-sekat politik. Perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar sebagai bagian dari iklim hidup berdemokrasi.

Kita sebagai masyarakat berharap, pemimpin yang terpilih dapat menunaikan janji-janji politiknya kepada masyarakat. Dan seluruh elemen masyarakat bersama-sama mengontrolnya agar tidak menyeleweng.

Gubernur maupun bupati yang terpilih merupakan pimpinan seluruh warga masyarakat tanpa kecuali. Karenanya jangan sampai bupati yang terpilih membeda-bedakan masyarakat atau wilayah tertentu karena ia pendukung atau bukan pendukungnya. Yang memilih atau tidak memilihnya sama-sama masyarakat yang harus dilayani dan dibantu pemerintah daerah.

Sebagai rakyat, kita mendoakan siapapun yang terpilih diberikan kekuatan, cakap dan amanah dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. (**)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *