Pj Bupati KBB Dadang Masoem Gerah Konflik Birokrat KBB

 

ist
PELANTIKAN: Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Dadang Masoem saat dilantik Pj Gubuernur Jawa Barat, Mochamad Iriawan di Gedung Sate, Selasa (17/7/2018).

 

BANDUNG – Konflik di tubuh birokrasi Pemkab Bandung Barat membuat Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Dadang Masoem gerah. Dia berjanji akan membenahi birokrasi di Pemkab Bandung Barat ke depan. Bahkan Dadan menegaskan agar para birokrat di Pemkab Bandung Barat fokus bekerja dan melayani masyarakat.

“Saya juga baca di media massa. Itu jadi masukan buat saya. Karena tugas saya dari Pak Gubernur dan Mendagri untuk mempelajari apa yang terjadi. Saya tidak bisa mendengarkan versi Sekda atau Pak Yayat saja. Saya akan dengarkan semuanya,” kata Dadang saat ditemui usai pelantikan di Gedung Sate Bandung, Selasa (17/7/2018).

Usai serah terima pada Kamis (19/7) besok, Dadang juga berencana akan bertemu dengan DPRD Bandung Barat untuk meminta masukan mengenai berbagai persoalan di Bandung Barat termasuk persoalan birokrasi dan pelayanan publik.

“Untuk mengubah birokrasi memang tidak bisa karena harus ada izin dari Kemendagri. Tapi jika usulan Pak Yayat sebelumnya disetujui Kemendagri, saya tinggal melanjutkan saja. Prioritas saya melanjutkan apa yang dilakukan Pak Yayat,” ungkapnya.

Dadang juga akan memastikan pembangunan di Bandung Barat akan berjalan lebih baik meski ia hanya menjabat sebagai bupati selama dua bulan. Ia meminta jangan ada lagi pejabat atau Kepala SKPD yang menunda-nunda pelaksanaan tender-tender karena akan menghambat pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Diakuinya, pasca operasi tangkap tangan (OTT) di KBB, persoalan tender memang menjadi kendala tersendiri. Namun ia meminta para Kepala SKPD maupun pejabat terkait di KBB tidak takut atau khawatir melaksanakan tender selama tender tersebut dilakukan dengan benar dan sesuai aturan yang berlaku.

Bila tender-tender terus ditunda, ia menyebut masyarakat KBB yang akan dirugikan.

“Jika tender dilakukan dengan benar, tinggal dijalankan saja. Tapi saya akan dalami dulu permasalahan tender di Bandung Barat ini. Di waktu dua bulan ini saya ingin berkontribusi sedikit demi kebaikan Bandung Barat,” kata Dadang.

Hal senada juga diungkapkan oleh Pj Gubernur Jawa Barat, Mochamad Iriawan. Ia meminta Pj Bupati Bandung Barat dapat menyelesaikan berbagai persoalan di KBB meski hanya menjabat sekitar dua bulan.

Ia juga meminta para pejabat maupun ASN di Pemkab Bandung Barat dapat bekerja profesional dan penuh dedikasi dalam melayani masyarakat. Iriawan mengancam dirinya tak akan segan melaporkan ASN nakal yang malah bermain dan mengeruk keuntungan pribadi kepada KPK.

“Saya ingatkan kepada jajaran Pemda Bandung Barat, jangan main-main dengan keuangan negara, jangan main-main dengan pelayanan publik. Izin jangan dipersulit. Jangan ada gratifikasi. Pak Presiden sudah memangkas birokrasi. Kalau kita ingin maju, perizinan harus dipangkas. Saya mendengar cukup panjang perizinan di beberapa daerah termasuk KBB. Jangan malah dipersulit,” kata Iriawan.(*)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *