Pj Bupati KBB Jadi Khotib Idul Adha, Alhamdulilah Lancar

 

NGAMPRAH – Pada pelaksanaan Sholat Idul Adha Tingkat Kab. Bandung Barat Tahun 2018 yang dilaksanakan di Masjid Ash Shidiq, Rabu (22/8) pagi tadi menjadi salah momentum spesial bagi Pj. Bupati Bandung Barat, H. Dadang Mohamad. Pasalnya, ia diberi amanah untuk menjadi khotib atas permintaan jajaran pemerintah daerah.

Meskipun tidak bergelar ustad, tetapi Dadang tampak lancar membacakan khutbah di hadapan ratusan jemaah yang terdiri dari para ASN, perwakilan organisasi keagamaan, MUI beserta masyarakat sekitarnya. Ia menuturkan bahwa ini bukan pertama kalinya dirunya bertindak sebagai khotib. Sebab sedari kecil, Ia sudah diajarkan oleh kedua orang tuanya untuk lebih mendalami agama islam sehingga kerap dipercaya menjadi imam dan khotib pada pelaksanaan Sholat Juma’at, Idul Fitri dan Idul Adha.

“Dari kecil saya sudah diajarkan oleh orang tua untuk menjadi khotib pada beberapa kesempatan, sehingga saya sudah terbiasa. Dan moment Idul Adha tahun ini sangat spesial karena selain menjadi khotib, saya juga diberi amanah untuk memimpin Bandung Barat meski dalam waktu yang sangat singkat. Dan bagi saya sangat luar biasa” ungkapnya.

Dadang menjelaskan bahwa permintaan menjadi khotib disampaikan langsung oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Setda Kab. Bandung Barat, Asep Hidayatulloh melalui pesan Whatsapp pribadinya. Dan secara spontan Ia mengiyakan permintaan tersebut sebagai sebuah amanah.

“Tanpa berpikir panjang, saya secara spontan mengiyakan permintaan tersebut. Karena menurut saya itu merupakan sebuah kehormatan serta amanah yang harus dilaksanakan. Walaupun tidak sehebat dan sefasih para ustad dan kyai yang lain, tp saya tetap memberikan yang terbaik sesuai dengan kemampuan,” katanya.

Mengenai pelaksanaan kurban, Ia memaknai sebagai sebuah pengorbanan yang sifatnya ilahiyah antara diri pribadi dengan sang khalik dalam mencari pembelajaran tentang keiklasan dan kesabaran. Karena menurutnya, tanpa berkurban belum tentu bisa iklas dan sabar.

Pada umumnya, ketika mau berkurban seseorang kerap herhitung secara matematis tentang timbal balik yang akan didapatkannya. Padahal menurutnya, pergitungan ilahiyah tidak bisa disamakan secara matematis karena ketika berkurban secara iklas dan berharap keridhoan dari Yang Maha, maka balasannya tidak terhingga.

“Pembelajaran utamanya adalah kita harus berani mengorbankan apanyang kita miliki dan cintai dengan iklas demi kemaslahatan umat sehingga mendapat balasan yang tak terhingga dari Alloh Subhanahu Wata’ala,” terangnya. (**)

 

 

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *