PKB Minta Pemda KBB Jangan Lamban Tangani Warga Tiga RT Sariwangi Terpapar COVID-19

Tim DPC PKB KBB ikut membantu menyeterilkan wilayah tiga RT di Desa Sariwangi Kec. Parongpong yang terpapar COVID-19 dengan penyemprotan disinfektan. ft istimewa

PARONGPONG– Tim DPC PKB KBB sigap. Menurunkan pasukan DPAC PKB Kec. Parongpong melakukan penyemprotan disinfektan di Desa Sariwangi Kec. Parongpong, KBB yang tiga RT warganya terpapar COVID-19.

Tidak hanya itu, PKB juga menyerahkan bantuan logistik beras sebanyak 1 kuintal, juga sembako. “Tim kami masih di lapangan membantu satgas COVID-19 setempat dalam pemulihan wilayah yang terpapar,” ujar Ketua DPC PKB KBB, Asep Dedi Rabu (3/3/2021).

Informasi terkini warga di sana yang terpapar mencapai 40 jiwa. Dedi meminta, Pemda KBB tidak lambat dalam mengklasifikasi warga yang terpapar dan tidak. “Jangan sampai isolasi mandiri ini malah bertambah. Saya minta pemerintah cepat tanggap dalam klasifikasi warga terpapar dan yang tidak. Lakukan karantina di tempat berbeda,” tandasnya.

Seperti diberitakan, sebanyak 35 warga Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terkonfirmasi positif COVID-19 usai menjalani test swab sepulang ziarah.

Sekretaris Camat (Sekcam) Parongpong Agus Achmad menuturkan, terpaparnya warga di tiga RT tersebut yakni 01,02 dan 03 itu hasil tracking dari salah seorang warga yang meninggal dengan status positif COVID-19.

“Kita lakukan tracking, seluruhnya 70 orang ikut lakukan test swab di Puskesmas Ciwaruga. Namun hanya 35 orang yang dinyatakan positif hasil swab,” ujarnya, Senin (1/3/2021).

Menurutnya, untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kecamatan Parongpong, melakukan isolasi mandiri terhadap ketiga RT tersebut.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) KBB Asep Sodikin meminta Tim Satgas COVID-19 Desa Sariwangi dan Kecamatan Parongpong mencari tempat isolasi untuk menampung ke 35 warga tersebut.

“Bisa dicarikan di hotel-hotel atau penginapan yang ada sekitarnya. Ya dipinjam saja kamarnya atau disewa yang memungkinkan seperti itu,” tegas Asep.

Namun jika menyewa hotel tidak memungkinkan, maka Asep menganjurkan untuk menyiapkan ruang pemisah antara warga sehat dengan yang terkorfirmasi positif. **

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *