Pendidikan

Polemik Beasiswa UIN, Ini Kata Aktivis Pendidikan

NGAMPRAH– Aktivis Pendidikan, Dadan Saepudin mengapresiasi program bantuan beasiswa bagi 50 mahasiswa dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung.

Hal tersebut, tentunya menjadi program yang baik karena membantu peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di bidang pendidikan bagi warga Bandung Barat, apalagi mahasiswa tersebut dari keluarga kurang mampu dan yatim yang diseleksi secara ketat.

“Namun membaca berita terkait dengan wacana pemberhentian beasiswa bagi mahasiswa tersebut, saya sangat prihatin karena program tersebut sudah berjalan kurang lebih dua tahun dan para mahasiswa sudah menginjak semester empat,” katanya, Sabtu (19/2/2022).

Dadan minta pemerintah daerah bersama DPRD Bandung Barat dapat mencari solusi agar mahasiswa kembali meneruskan studinya dengan tetap dibiayai dari APBD.

“Solusi ini sangat penting agar mahasiswa yang mendapat beasiswa di Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di UIN SGD Bandung dapat bernafas lega,” ungkapnya.

Terkait tidak ada payung hukum sebagai mana yang disampaikan Plt Bupati, Dadan mengatakan, Permenmendagri No 77 Tahun 2020 tentang pengelolaan keuangan daerah, tentu ada dua pola yang bisa dilakukan oleh kepala daerah melalui hibah atau bantuan sosial.

Dalam pelaksanaannya bisa diperkuat dengan perbub tentang mekanisme pemberian hibah kepada lembaga.

Apalagi, lanjut Dadan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pasangan AKUR, khususnya dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari sektor pendidikan, dimana rata-rata lama sekolah masyarakat Kabupaten Bandung Barat masih rendah. “Ini enggak akan terwujud apabila tidak ada keberpihakan pemerintah daerah dalam memberikan pasilitas pendidikan pada jenjang pendidikan Tinggi. Kalau pemerintah hanya bicara kewenangan pengelolaan pendidikan pada pendidikan dasar. Sampai kapan pun masyarakat Bandung Barat akan tertinggal,” bebernya.

Dadan mengapresiasi kepemimpinan Bupati Alamarhum Abubakar yang berani mengalokasikan bantuan beasiswa kepada lembaga pendidikan hingga Rp 10 miliar per tahun, sehingga kesempatan masyarakat yang tidak mampu untuk mendapatkan pendidkan tinggi lebih besar.

“Permasalahan sekarang adalah ada enggak will Plt Bupati untuk peduli kepada masyarakat Bandung Barat dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan minimal menyelamatkan mahasiwa yang 50 tersebut. Termasuk ada enggak will pejabat KBB yang perduli terhadap masyarakat KBB sehingga mencarikan solusi buat menyelesaikan polemik terhadap 50 mahasiswa ini. Kalau ada saya pikir pasti ada solusi bukan menjadi komoditi politik yang tidak ada kepastian,” tandasnya. ***

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

To Top