Politisi PPP Ini Sebut Praktik Percaloan Manusiawi

Wakil Ketua DPRD KBB, Samsul Ma’arif⁠⁠⁠⁠

KBB R.A.D.A.R- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Samsul Ma’arif angkat bicara, terkait praktik percaloan pembuatan elektronik KTP (eKTP) dan akta kelahiran yang kerap terjadi di masyarakat.

Menurutnya, praktik percaloan merupakan kegiatan yang manusiawi, sebab calo adalah aktivitas jasa.

“Calo diperlukan untuk mempermudah dan memperpendek jangkauan yang tidak dapat dijangkau oleh orang yang membutuhkan,” ujar Politisi PPP ini, Sabtu (26/8/2017).

Maka dari itu, kata Samsul, perlunya pihak ketiga atau calo. “Dalam perspektif agama, jika hal itu dilakukan dengan taraadhin, sama-sama ikhlas alias tidak saling memaksa, maka itu adalah suatu kebaikan,” sebutnya.

Kendati begitu, lanjut Samsul, jika sistem sudah bagus disuatu instansi pemerintah, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dengan sendirinya calo tidak diperlukan atau malah bubar sendiri.
“Jadi kuncinya adalah sistem,” tukas Samsul.

Samsul mencontohkan, selama berpuluh-puluh tahun, pemerintah kesulitan menghilangkan calo tiket kereta api dan memang nyatanya tidak bisa diberantas.

“Tapi ketika sistem pembelian tiket kereta api diubah melalui on line, atau tempat penjualan disebar di mini market-mini market, dan pembeli harus menunjukkan KTP dan lain-lain, maka calo menjadi tidak punya ruang gerak lagi dengan sendirinya calo bubar sendiri,” jelasnya.

Demikian pula dengan proses pembuatan akte kelahiran. Jika akses pembuatan akte tidak sentralistik, aksesnya mendekat ke masyarakat, dan masyarakat mudah menggapainya, maka calo bubar dengan sendirinya.

“Contoh lain, dahulu banyak calo bikin paspor dan SIM. Sekarag hampir tidak ada calo di situ karena sistemnya sudah semakin baik dimana pembuatan SIM diperluas sebarannya,” tandas Samsul. (wie)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *