Hukum & KriminalKriminalRagam TerkiniSoreang

Preman Ngamuk di RS Al-Ihsan Didor di Cidaun

SOREANG– Polresta Bandung akhirnya menangkap dua pelaku penganiayaan petugas parkir di Rumah Sakit Al-Ihsan Baleendah Kabupaten Bandung. Salah seorang diantaranya yaitu AS (36) alias Beureum terlihat berjalan tertatih, karena kaki kirinya terpaksa dihadiahi timah panas petugas saat ditangkap di Cidaun Cianjur Selatan, Sabtu (27/06/2020) dini hari.

“Kita sudah mengamankan pelaku sebanyak dua orang. Tapi kita masih ada beberapa orang yang terus kita tangkap,” tegas Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan, kepada para wartawan di Mapolresta Bandung, Senin (29/6/2020).

Kapolresta mengatakan, pihaknya masih menelusuri apakah pelaku merupakan anggota ormas atau bukan. Hanya saja Hendra menegaskan, negara tidak boleh kalah oleh apapun tindakan premanisme. Maka dari itu para preman harus ditiadakan keberadaannya.

” Yang ingin saya tekankan di sini, negara tidak boleh kalah oleh apapun bentuk tindakan premanisme, yang selalu memaksakan kehendak. Oleh karena itu, kasus ini pun akan kita tuntaskan,” tegas Hendra.

Dalam video yang sempat viral tersebut terlihat jelas pengeroyokan yang terjadi di RSUD Al Ihsan Baleendah itu dilakukan oleh lebih dari dua tersangka. Oleh karena itu, Hendra Kurniawan memastikan masih terbuka kemungkinan penambahan tersangka dalam kasus yang membuat putus tiga jari tangannya akibat sabetan golok pelaku petugas parkir tersebut.

“Saat ini kita masih mendalami dan mencari peran masing-masing dari kelompok ini,” jelasnya.

Hendra juga mengatakan, kalau senjata tajam tersebut memang telah ada di kelompok tersebut dan disimpan di salah satu kendaraan roda empat.

“Memang betul senjata tajam ini di simpan di kendaraan yang digunakan kelompok preman ini yaitu di kendaraan roda empat,” ujarnya.

Berdasarkan kronologis awal, juru parkir membetulkan preman yang keluar parkir di RS AlIhsan. Pelaku bertiga saat mengendarai motor dan memaksakan akan keluar area parkir. Hal itu diungkapkan Dedi (35) warga yang melihat kejadian pada malam Minggu tersebut. “Namun penumpang yang ketiga, terbentur oleh palang pintu otomatis itu hingga terjatuh. Akhirnya mereka si preman itu menyalahkan tukang parkir, padahal tukang parkir itu hanya membetulkan palang pintu otomatis yang menyebabkan preman preman itu terjatuh,” ungkap Dedi saksi di lokasi kejadian.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 170 KUHP ayat 2 dengan ancaman 9 tahun penjara.***

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close