Peristiwa

Protes tak Memperkerjakan Tenaga Kerja Lokal, Warga RW 2 Cimareme Tutup Akses Jalan PT Medion

RAGAM DAERAH– Warga RW 02 Desa Cimareme, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpaksa menutup akses jalan menuju mes dan kontrakan PT Medion menggunakan bambu.

Bukan tanpa alasan warga menutup akses jalan tesebut, lantaran pihak PT Medion sudah pernah menandatangani perjanjian dengan warga ketika mengurus perizinan.

Surat perjanjian antara pihak PT Medion dengan warga. Ft istimewa



Salah satu yang krusial adalah soal mengutamakan tenaga kerja lokal lingkungan rw setempat. Namun, Ketua RW 02 Taryana mengatakan, pihak perusahaan seakan melanggar perjanjian dengan tidak adanya prioritas tenaga kerja bagi warga di lingkungan RW 02.

“Ada tujuh point yang ditandatangani langsung oleh direktur PT Medion bersama warga salah satunya prioritas tenaga kerja lokal. Tapi pihak Medion sudah bertahun-tahun tidak menerima tanaga kerja dari lingkungan RW 02,” kata Taryana kepada ragam daerah via telepon, Sabtu 22 Oktober 2022.

Perjanjian yang ditandatangi direktur PT Medion pada 30 Januari 2021 bersama warga. Namun, pihak PT Medion tidak memenuhi janji untuk mempekerjakan tenaga lokal setempat.

Karuan saja, Taryana selaku Ketua RW terus mendapat tuntutan dari warga yang menagih janji dari pihak PT Medion.

“Saya mengajukan kepada pihak PT Medion. Tapi warga kami di tesnya tidak ada prioritas sama sekali sehingga banyak yang gugur, kalau begitu sama saja dengan pelamar biasa tidak ada prioritas,” katanya.

Taryana mengaku sudah berupaya untuk melalukan negoisasi soal itu dengan pihak perusahaan untuk mencari jalan keluar. Namun sayang, negoisasi itu belum mendapat respon dari pihak Medion bahkan seakan buntu tak ditanggapi. “Kita inginnya mencari titik temunya cuman dari pihak perusahaan tidak memberikan peluang untuk itu,” katanya.

Sebagai bentuk protes dari buntunya negoisasi tersebut, warga terpaksa menutup akses jalan menuju kontrakan dan mes Medion yang ada di wilayah RW 02.

Salah satu RT setempat, Heri Kusharyadi membenarkan, dirinya ikut menandatangani bersama warga dengan pihak PT Medion. Tentunya Ojos–sapaan akrabnya mengaku kecewa dengan sikap PT Medion yang tidak memprioritaskan tenaga kerja lokal. “Padahal sudah jelas perjanjin itu salah satu pointnya pihak Medion siap mempekerjakan tenaga kerja lokal tapi ini tidak dilakukan sama sekali. Kalau tidak ada jalan keluarnya terpaksa kami akan mengadukan masalah ini ke DPRD dan Dinas Tenagakerja,” pungkas Ojos. ***

Ads RagamDaerah
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top