PadalarangPeristiwaRagam Terkini

Proyek KCIC Dituding Biang Penyebab Banjir Underpass Padalarang

NGAMPRAH– Warga Kampung Lebaksari, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menuding, penyebab banjir di Underpass Padalarang lantaran imbas proyek Kereta Api Indonesia- China (KCIC).

Warga menuding proyek KCIC biang banjir di Underpas Padalarang.

“Ini bukan kejadian pertama kali sejak adanya proyek KCIC,” ujar Rusdi, 55, tokoh warga Kampung Lebaksari Ngamprah, Selasa (31/3/2020).

Rusdi mengatakan, penyebab banjir disebabkan pembuang air yang tertutup proyek, dan berimbas kepada warga di Kampung Lebaksari. “Hampir setiap turun hujan pasti banjir, ini perlu keseriusan dari pemerintah daerah untuk mengatasi masalah ini,” ungkapnya.

Menurut Rusdi, sebelumnya kampungnya belum pernah dilanda banjir. Tetapi, banjir melanda semenjak pembangunan KCIC. Bahkan, kata Rusdi, pihak KCIC akan memperbaiki gorong-gorong penyebab banjir belum teralisasi. “Dalam perjanjian dengan kepala desa pihak KCIC akan memperbaiki gorong-gorong dan ganti rugi kepada warga yang terimbas banjir, tapi hingga kini belum terealisasi bahkan dari pemda juga tidak ada,” tuturnya.

Sementara, Underpass Padalarang yang masuk wilayah Kampung Lebaksari menjadi langganan banjir setiap hujan besar turun. Seperti banjir kali ini, cukup besar hingga selutut orang dewasa. Banjir juga hampir menyelimuti wilayah Ngamprah dan Padalarang.

Komplek Taman Bunga Cilame Ngamprah, banjir hingga selutut orang dewasa dan masuk ke dalam rumah warga.

“Hampir seluruh rumah warga Taman Bunga terendam banjir setinggi 50 cm diharapkan pihak dinas dan pengembangan segera memberikan solusi atas kejadian tersebut. Pihak pengembang juga harus bertanggung jawab memberikan uang ganti rugi atas barang-barang yang rusak akibat banjir tersebut,” kata Deni salah seorang warga di Komplek Taman Bunga yang rumahnya kebanjiran. (cecep darojak/wie)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close