PUPR Warning Pengusaha KBB Jangan Lelet

SIDAK: Bupati Bandung Barat, Abubakar saat meninjau pengerjaan proyek di KBB.

NGAMPRAH- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bandung Barat mengingatkan kepada seluruh pihak kontraktor yang mengerjakan proyek jalan di tahun ini, untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak yang disepakati. Mengingat saat ini, sudah memasuki musim penghujan yang biasa dijadikan alasan tidak menyelesaikan pekerjaan.
“Kami ingatkan kepada kontraktor agar menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak. Walaupun memasuki musim hujan, mereka harus menyelesaikan pekerjannya dan jangan sampai dijadikan alasan, karena musim hujan sekarang tidak ekstrem seperti tahun sebelumnya,” tegas Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bandung Barat, Muhammad Ridwan di Ngamprah, kemarin.
Ridwan memastikan, bila ada kontraktor yang terbukti tidak menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas, pemerintah daerah akan memberikan denda hingga putus kontrak. “Bila sudah putus kontrak, kita akan blacklist perusahaan tersebut, sehingga mereka tidak bisa lagi mengikuti lelang di tahun depan. Karena kita ingin kontraktor itu benar-benar profesional dalam menyelesaikan pekerjannya,” ungkapnya.
Ridwan menambahkan, di bulan Oktober ini, pihaknya terus memantau pekerjaan di lapangan agar sebelum akhir tahun semua pengerjaan jalan bisa selesai. Beberapa ruas jalan yang masih dikerjakan saat ini di antaranya, Jalan Kebonkalapa-Pasircalung di Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, Jalan Cisomang-Cipada di Kecamatan Cikalong Wetan dan Jalan Purabaya-Jati-Saguling. “Itu beberapa jalan yang masih dikerjakan saat ini. Termasuk untuk Saguling sudah hampir beres,” ujarnya.
Ridwan menyebutkan, panjang jalan milik Kabupaten Bandung Barat mencapai 518 kilometer. Saat ini, kondisi jalan yang sudah baik mencapai angka 80 persen. “Tahun ini ada 63 paket yang dikerjakan termasuk jembatan dan drainase dengan anggaran dari APBD sebesar Rp40 miliar serta Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp23 miliar,” ujarnya.
Ridwan optimis, semua pekerjaan jalan akan rampung sesuai dengan perencanaan yang sudah ditargetkan. Karena, kata dia, setiap pengerjaan jalan di lapangan langsung dipantau dan melibatkan Tim Pengawalan, Pengamanan, Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari Kejari Bale Bandung. “Kami didampingi TP4D agar semua pengerjaan jalan bisa berjalan baik tanpa ada masalah dikemudian hari,” pungkasnya. (wie)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *